Berkebun

Membuat Metil Eugenol Untuk Memikat Dan Membasmi Lalat Buah

Sebelumnya kita telah membahas pengendali hama yang berasal dari tanaman atau yang bisa disebut dengan pestisida alami (organik), maka kini kita akan membahas metil eugenol yang bersifat sebagai pemikat lalat buah.  

Metil eugenol adalah salah satu senyawa aktif yang terkandung dalam minyak atsiri hasil penyulingan cengkeh (Syzygium aromaticum) dan daun wangi (Melaleuca bracteata). Senyawa aktif ini berfungsi sebagai pemikat untuk memonitor dan membunuh lalat buah. Lalat buah sulit dikendalikan dengan penyemprotan, karena akan banyak semprotan yang tidak kena sasaran sehingga menjadi boros. Pengendaliannya dilakukan dengan membuat jebakan. Alat jebakan dari botol bekas minuman air mineral. Cara melakukannya sebagai berikut:

Read more ...

Tanaman Pengendali Hama Untuk Tanaman Dalam Pot

Di mana pun tabulampot berada tidak akan terlepas dari gangguan hama dan penyakit.. Untuk melindunginya, diperlukan upaya perlindungan yang cepat dan tepat. Perlindungan terlambat bisa menimbulkan kerusakan hebat. Patogen tabulampot banyak macamnya. Yang sering terlihat merusak antara lain kutu daun, serangga perusak dan penular virus, cendawan, bakteri, dan kanker. Ancaman itu perlu ditanggulangi secara terpadu agar aman bagi lingkungan hidup. Semua patogen tersebut, pada prinsipnya bisa dikendalikan dengan pestisida. Namun penggunaan pestisida sintetis sering meninggalkan residu kuat pada hasil panen. Karena bahan aktif residu masih kuat dan sukar terurai, pengaruhnya bisa merusak lingkungan hidup. Residu itu bisa membahayakan kesehatan dan mengendap dalam jaringan tubuh kalau ikut termakan. 

Penggunaan pestisida alami relatif lebih aman dibandingkan pestisida sintetis, karena bahan dasarnya adalah bahan natural dari alam, baik yang berasal dari tumbuhan (organik) maupun yang nontumbuhan (non organik). Biasanya bahan dasar natural sifatnya cepat terurai di alam setelah pemakaian. Residunya mudah hilang, tidak mencemari lingkungan, dan aman bagi ternak peliharaan.

Read more ...

Menanam Jeruk Dalam Pot

Jeruk salah satu favorit tabulampot, itu karena pertumbuhannya mudah diatur setelah ditabulampotkan. Jeruk mudah "dipaksa" berbuah meski di luar musim. Selain gampang, sifat jeruk juga rajin berbuah. Jeruk pot membutuhkan kondisi lingkungan yang sesuai agar bisa berbuah maksimal. Sebab hasil akhir yang diharapkan dari tabulampot jeruk bukan hanya buahnya, melainkan nilai keindahan yang terpancar dari kondisi tanaman itu sendiri. 

Jeruk menyukai tanah subur, lembab, ketersediaan hara yang cukup dan pengairan lancar. Jeruk cukup toleran terhadap media tanam agak masam, pH 5,0-6,0. Tabulampot jeruk perlu ditempatkan di lokasi yang sesuai. Faktor agroklimat seperti ketinggian tempat, kelembaban, sinar matahari, suhu, tampaknya sulit diubah. Jika kondisi itu tidak terpenuhi, jeruk sulit menghasilkan buah secara normal dalam jumlah maksimal. 

Jeruk keprok akan berbuah maksmal kalau tumbuh di dataran menengah sampai tinggi (ketinggian di atas 700 m dpl). Sebaliknya jeruk siam, lemon, kip, dan nipis, lebih cocok did aerah kurang dari 700 m dpl. Ketinggian tempat tumbuh berpengaruh besar bagi jeruk, karena kebutuhannya akan intensitas sinar matahari dan suhu lingkungan.

Read more ...