Tabulampot

Menanam Buah Belimbing Manis Di Pot Agar Mudah Berbuah

Belimbing manis merupakan buah yang populer ditabulampotkan karena kemudahannya. Bahkan yang kurang terawat pun masih bisa menghasilkan buah. Apalagi setelah dirawat penuh perhatian, makin mengesankan. Uniknya, walau tumbuh dalam pot, belimbing bisa berbuah terus menerus sepanjang tahun. Nyaris tidak mengenal musim. Aneka kultivar bisa ditabulampotkan, misalnya, kultivar dewi, bangkok, filipina, paris, demak, wijaya, malaya, taiwan. Buahnya rata-rata berserat halus, berair banyak, manis dan segar. Produktivitasnya tinggi relatif tahan hama dan penyakit. 

Di alam bebas, pada tanah gambut (kaya bahan organik) belimbing bisa tumbuh dan berproduksi dengan baik. makanya media tanam belimbing harus banyak mengandung kompos, pupuk kandang atau sejenisnya, Perlu diketahui, belimbing tidak tahan kekeringan, tidak bisa hidup dalam genangan air (atau tempat becek) dan tidak tahan dengan sanititas (tanah serta air yang mengandung garam). Untuk memulai tabulampot belimbing, perlu dilakukan pemilihan kultivar yang sesuai dengan lokasi penanaman. Hampir semua kultivar belimbing menyukai dataran rendah beriklim kering. Tetapi juga bisa tumbuh di daerah yang beriklim basah. 

Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan sarana pertanaman yang  diperlukan, misalnya pot dan media tanam. Pot berfungsi sebagai wadah atau tempat tanam belimbing. Fungsinya sebagai tempat kedudukan tanaman. Sebaiknya pot harus memenuhi beberapa syarat berikut:

  • Tidak mudah pecah
  • Dapat mengalirkan air yang disiramkan secara berkelebihan.
  • Dapat berdiri tegak
  • Mudahdipindah-pindahkan
  • Dapat menjaga sirkulasi udara yang bagus dalam media tanam
  • Memiliki kaki atau ganjal sehingga ada rongga udara antara dasar pot dengan lantai/tanah

Bentuk dan ukuran pot dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Pot untuk belimbing sebaiknya berukuran besar, dapat menampung media tanam (tanah) dengan ketebalan cukup, dan kedudukan dasar pot mantap. Pot tanah liat kurang cocok karena mudah pecah. Yang terbaik yang terbuat dari bahan semen, plastik atau logam (drum). Media tanam pengisi pot mesti porous, mampu menahan dan mengeluarkan air siraman yang berlebihan. Campuran media tanam untuk belimbing terdiri dari tanah kebun, pasir dan pupuk kandang (komposisi 1:1:1). Bahan lain yang dapat ditambahkan adalah pupuk N-P-K (15:15:15) satu sendok makan dan 1 sendok makan tepung kapur setiap pot. Derajat kemasaman media yang dikehendaki belimbing pH 5,5-6,5.

Read more ...

Tips Membuahkan Tanaman Pot

Tanaman dalam pot Anda tidak kunjung berbuah. Padahal saat baru dibeli buahnya banyak dan menggiurkan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Anda tidak perlu bingung dibuatnya. Berikut jurus-jurus yang bisa membuat tanaman Anda mau berbuah lagi.

Pangkas akar

Agar tanaman mau berbuah, kondisinya harus prima dan banyak akar muda. Akar tua mesti diremajakan. Pangkas ujung akarnya. Tusuk-tusuk dengan linggis atau sekop kecil yang tajam ke sekeliling, sekitar 5-10 cm dari bibir pot, kedalaman separuh dari pot. Media beserta potongan akar dikeluarkan.  Kalau tanaman sudah uzur (umur 8-10 tahun) pemangkasan akar bisa dibarengi dengan repotting (ganti pot). Sebagian akar sepanjang 5-10 cm dipangkas. Setelah akar muda tumbuh, penyerapan nutrisi lebih efisien.

Ganti media

Masukkan media tanam baru. Campuran tanah, pupuk kandang, sekam, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1:1. Media jadi gembur, remah, dan kaya hara. Media bisa berupa tanah gunung (tanah vulkanik) campuran kotoran sapi dengan perbandingan 2:1. Selanjutnya, tanaman disiram. Agar akar cepat tumbuh, perlu diberi perangsang akar. Pertumbuhan akar baru ditandai dengan munculnya tunas baru.

Read more ...

Menanam Sawo Dalam Pot

Musim apapun, pohon sawo selalu tampil hijau. Tanaman ini memiliki daya adaptasi sangat luas. Pohonnya tahan terhadap hembusan angin kencang, karena percabangannya ulet dan kuat. Sawo sangat populer di kawasan Asia Tenggara sebagai peneduh dengan tajuk indah dan rimbun. Ia punakan tampil cantik kalau ditabulampotkan. Tabulampot sawo bisa diusahakan dimana saja, baik di dataran rendah atau tinggi, yang beriklim basah atau kering. Membuat tabulampot sawo berbuah tak berbeda jauh perawatannya dengan tanaman di tanah lapang. Perlakuannya justru lebih mudah, karena pengairan, pemupukan, sinar matahari, kondisi lingkungan dan perlakuan lainnya dapat diatur dan direkayasa sesuai keperluan. Sawo tidak mengenal musim berbuah. Kapan saja berbunga dan berbuah, kalau kondisi pohon prima. Setiap kali berbuah, sawo membutuhkan waktu beberapa bulan dari bunga mekar sampai buah masak pohon.

Sawo terdiri atas banyak kultivar. Antara lain manila, betawi, maja, apel, karat dan kulon. Manila merupakan kultivar komersial terbaik. Produktivitasnya tinggi. Buahnya bulat lonjong dan besar. Pohon dan tajuknya menarik, tampak cantik sebagai peneduh. Tabulampot sawo sebaiknya menggunakan bibit dari perbanyakan vegetatif. Dari bibit cangkokan, tanaman mulai berbunga pada umur 3-4 tahun. Kalau bibit sambungan atau okulasi, mulai berbuah umur 4-6 tahun. Dari biji tanaman muali berbunga pada umur 6-10 tahun dan bisa berproduktif sampai umur 40 tahun.

Saat awal dilakukan penyambungan atau okulasi, umur batang bawah 1-2 tahun. Setelah dirawat sampai setinggi 70-100 cm, bibit dapat ditabulampotkan. Bibit asal cangkokan jarang ditabulampotkan. Menunggunya terlalu lama. Dari pengalaman beberapa praktisi, setelah menunggu 12 bulan, akar cangkokan baru tumbuh sempurna.

Read more ...