Tambulampot atau menanam dalam pot mulai populer sekitar tahun 1980 hingga 1990-an. Sebelumnya tabulampot berfungsi sebagai penghijauan halaman sempit di kampung-kampung perkotaan. Setelah sering muncul di acara pameran tanaman dan mengundang banyak peminat, tabulampot naik gengsi menjadi tanaman hias bagi penggemarnya. 

Ada beberapa jenis tanaman buah yang bisa ditanam dalam pot, antara lain mangga, belimbing, jeruk, anggur, sawo, kedondong, sirsak, jambu, nangka, dan rambutan. Sementara durian, kendati bis tumbuh subur dalam pot tapi sangat sulit dibuahkan. 

Pemilihan tanaman harus mempertikan iklim setempat. Jika kita bertempat tinggal di pegunungan, pilih tanaman yang biasa hidup di dataan tinggi. Begitu pula sebaliknya. Tanaman yang tidak sesuai dengan kondisi lingkungan biasanya enggan berbuah.

 

Nah, berikut langkah-langkah menanam tambulampot  sendiri.

Memilih pot

Pemilihan pot tergantung jenis tanamannya. Tanaman berakar panjang membutuhkan pot ukuran lebih besar. Jeruk kip bisa tumbuh dan berbuah lebat dalam pot berdiameter 50 cm, tapi mangga butuh pot yang berdiameter 70-80 cm. Supaya nampak indah, ukuran pot harus sesuai dengan besar dan umur tanaman. Bibit dengan tinggi 50-60 cm cocok ditanam dalam pot berdiameter 35 cm. Sedangkan jika bibit sudah setinggi 1,5 cm, butuh pot berdiameter 60-80 cm. 

Meramu media tanam

Sebagai media tanam, campurkan satu bagian tanah, satu bagian sekam padi, dan dua bagian pupuk kandang. Bisa juga media berupa campuran dua karung tanah gunung (sering disebut pasir malang biasa dijual karungan) dengan dua karung pupuk kandang. Selain itu, bisa juga ditambahkan pupuk kotoran burung. Dosisnya 1 kg untuk setiap pot. Ada satu lagi formula untuk media tanam, yakni campuran tiga bagian serutan kayu, dua bagian pupuk kandang dan satu bagian tanah.

Jika dicermati, prinsip resep tersebut sebenarnya sama. Terkadang ada yang memberikan pupuk kandang dan bahan organik dalam jumlah lebih besar daripada jumlah tanah. Hal ini bertujuan agar tanaman memperoleh cukup bahan makanan (hara).

Masukkan media

Pot yang sudah dipilih segera dibuat lubang-lubang drainasepada bagian bawahnya. Sebelum memasukkan campuran media tanam, jangan lupa menutup lubang drainase tadi dengan kerikil atau batu. Tujuannya agar media tidak ikut keluar bersama air siraman. Pengisian media tanam kira-kira sepertiga volume pot.

Menanam bibit

Selanjutnya siapkan bibit dalam polibag yang hendak dipindahkan ke pot. Sebelum dipindahkan, bibit tanaman harus disiram dulu. maksudnya agar tanah dalam polibag tidak hancur. Setelah itu sisi polibag digunting, dan tanaman dikeluarkan secara hati-hati. Jangan sampai bola tanah dalam polibag pecah. Sebab jika hal itu terjadi, akar tanaman bisa putus.

Tanam di tengah pot

Tanam bibit tersebut di bagian tengah pot. Kemudian media tanam diisikan lagi ke dalam pot, namun tidak sampai penuh. Batas maksimal pengisian media, 10 cm dari bibir pot. Sehingga media tidak berhamburansaat disiram. Jika sudah, tanaman harus segera disiram. Penyiramantidak terlalu banyak agar media tidak cepat mengeras. Selama sekitar seminggu tanaman tadi harus diletakkan di tempat teduh.

Jika dirawat secara baik-baik, kira-kira 1-2 tahun kemudian, kita sudah bisa panen dari tabulampot buatan sendiri.

Sumber: Bertanam Buah Dalam Pot