Tanaman dalam pot Anda tidak kunjung berbuah. Padahal saat baru dibeli buahnya banyak dan menggiurkan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Anda tidak perlu bingung dibuatnya. Berikut jurus-jurus yang bisa membuat tanaman Anda mau berbuah lagi.

Pangkas akar

Agar tanaman mau berbuah, kondisinya harus prima dan banyak akar muda. Akar tua mesti diremajakan. Pangkas ujung akarnya. Tusuk-tusuk dengan linggis atau sekop kecil yang tajam ke sekeliling, sekitar 5-10 cm dari bibir pot, kedalaman separuh dari pot. Media beserta potongan akar dikeluarkan.  Kalau tanaman sudah uzur (umur 8-10 tahun) pemangkasan akar bisa dibarengi dengan repotting (ganti pot). Sebagian akar sepanjang 5-10 cm dipangkas. Setelah akar muda tumbuh, penyerapan nutrisi lebih efisien.

Ganti media

Masukkan media tanam baru. Campuran tanah, pupuk kandang, sekam, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1:1. Media jadi gembur, remah, dan kaya hara. Media bisa berupa tanah gunung (tanah vulkanik) campuran kotoran sapi dengan perbandingan 2:1. Selanjutnya, tanaman disiram. Agar akar cepat tumbuh, perlu diberi perangsang akar. Pertumbuhan akar baru ditandai dengan munculnya tunas baru.

 

Puasa air

Setelah tanaman benar-benar sehat, lakukan stres air (puasa air) secara teratur. Tanaman tidak disiram selama 2-3 hari. Setelah mulai setengah layu, tanaman disiram. Stres air dihentikan saat kuntum bunga mulai muncul (4-6 minggu)

Dipupuk NPK

Selain disiram, tanaman layu itu juga diberi pupuk P (fosfor) tinggi. Pupuk daun perangsang bunga (Gandasil B) disemprotkan ke tajuk tanaman. Setiap 1 g dilarutkan dalam seliter air. Bisa diulang setiap 1-2 minggu sekali. Lakukan ketika cuaca teduh (pagi atau petang), saat itu stomata (mulut daun terbuka maksimal. Sementara pupuk NPK 15-15-15, dan SP-36 bisa diberikan sebulan sekali. Dosis satu sendok makan. Atonik diberikan dua minggu sekali.

Pupuk kotoran burung juga bagus untuk merangsang buah, karena kaya fosfor. Dosisnya 1 kg per pohon, 6 bulan sekali. Begitu keluar bunga, tanaman jangan diberi pupuk kimia. BUahnya nanti gampang rontok, selanjutnya tanaman akan mogok berbuah. 

ZPT dan bahan organik

Berikan juga bahan organik kaya P,K (kalium), dan Ca (Kalsium). Bisa tepung tulang, tepung darah, dan remukan ikan. Bila 3-5 bulan belum berbunga, semprotkan zat perangsang tumbuh (ZPT). Dosisnya 5 cc/10 l air. Diberikan 2 kali saat pucuk daun berhenti tumbuh dan diulang 2-3 minggu kemudian. 

Basmi hama penyakit

Serangan hama penyakit bisa menggagalkan perbungaan. Makanya semprotkan pestisida, pagi (pukul 6 atau pukul 4 sore agar tak banyak menguap. Lakukan 2 minggu sekali saat musim hujan dan sebulan sekali pada saat kemarau.

Pangkas tajuk

Tajuk terlalu rimbun bisa menghambat produksi buah. Usahakan posisi daun tidak saling menutupi. Daun-daun jauh di dalam tajuk dan tertutup daun lain sebaiknya kita pangkas. Hal ini untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan sinar matahari.

Perlakuan ekstra

Adakalanya perlu perlakuan ekstra. Batang atau cabang promer dililit kawat kuat-kuat. Atau, batang pokok dilukai secara acak pakai golok. Kerugiannya, tanaman mudah diserang hama penyakit. Pelilitan dan pelukaan akan menghambat aliran nutrisi hasil fotosintesis. Sehingga nutrisi terakumulasi di tajuk, dan karbohidrat yang berlebih dibentuk bunga/buah. Begitu keluar bunga, lilitan segera dikendorkan atau dilepas. Untuk mencegah bunga rontok, tanaman rutin disiram. Buah yang muncul segera dibungkus kertas koran agar terhindar dari serangan lalat buah. Penyiraman mulai dikurangi sejak 20 hari sebelum buah dipanen, agar rasanya lebih manis. 

Sumber Bertanam BUah Dalam Pot