Jambu air sangat favorit ditabulampotkan. Selain gampang dipelihara, juga rajin berbuah. Menghasilkan buah jambu air tabulampot berukuran besar, mulus, seragam dan rasanya manis dan tidak berulat, bukan pekerjaan sulit. Kuncinya terletak pada cara perawatan yang tepat. Meliputi pemilihan lokasi tanam dan bibit yang sesuai. Juga keterampilan pemangkasan, pengairan, penjarangan buah, dan pemeliharaan yang intensif. Target berbuah akan terwujud, kalau struktur pohon ringkas dan kompak. Sehingga pengaturan air dan aliran hara dari akar ke tajuk maupun hasil fotosintesis dari daun ke seluruh jaringan tanaman cukup efisien.

Ada dua jenis jambu air yaitu jambu air manis, dan jambu air masam. Keduanya mirip tapi tak serupa. Yang bernilai ekonomis tinggi adalah jambu air manis yang dikenal juga sebagai jambu semarang, jambu klampok, javaapple atau waxapple. Beberapa varietas yang ternama antara lain, cincalo citra, camplong, delima merah, dan black diamond. Dikonsumsi sebagai biah segar. Yang telah diakui sebagai varietas unggul nasional baru dua, yaitu citra dan camplong. Jambu air asam dikenal sebagai jambu air biasa, jambu kancing, wateraplle atau bellfruit.

Semua jenis jambu air dapat diperbanyak secara generatif atau vegetatif. Jika benih dari biji, tanaman baru akan berbuah setelah umur 7-9 tahun. Untuk bibit tabulampot sebaiknya diambil dari hasil cangkokan atau okulasi. Bibit siap tanam minimal 3-4 cabang, berdaun rimbun, warnanya hijau segar dan sehat. Batang lurus. Perakaran kut. Tingginya 50-75 cm.

Persyaratan dan Persiapan

Lokasi tanam di dataran rendah di bawah 400 m dpl, dan beriklim kering. Sirkulasi udara dan drainase media tanam cukup baik. Suhu udara sehari-hari berkisar 22-32 C. Jambu air membutuhkan tempat terbuka agar tumbuh optimal. Tanaman mendapat sinar matahari penuh namun terlindung dari tiupan angin kencang. Setelah lokasi tanam, langkah berikutnya persiapan sarana pertanaman. Pot atau wadah tanam yang digunakan bisa terbuat dari tanah liat, semen, potongan drum, kaleng atau plastik. Jika pot berbentuk persegi, idealnya berukuran 60x60x60 cm persegi. Untuk pot bulat berdiameter 60 cm, tinggi 75 cm. Dasar pot terdapat 4-5 lubang drainase berdiameter 1 cm. 

Media tanam untuk jambu air membutuhkan komponen yang tahan lama menyimpan air. Untuk itu bisa dipilih bahan campuran sebagai berikut:

  • Tanah, pasir, pupuk kandang (kotoran walet), kompos (1:1:1:1)
  • Tanah, pupuk kandang, sekam padi (1:2:1)
  • Tanah, pasir, pupuk kandang (1:1:2)
  • Tanah, kompos, sekam padi (1:2:1)

Prinsipnya jambu air menyukai tanah berat tapi akarnya mudah mendapatkan air. Di alam bebas, jambu air menyukai daerah pinggiran sungai, selokan dan kolam sebagai tempat tumbuh idealnya. 

Sebelum media tanam dimasukkan ke dalam pot, dasar pot terlebih dahulu diisi pecahan batubata atau kerikil setinggi 10-15 cm. Bibit dimasukkan dalam pot untuk mengukur posisi tanaman terhadap bibir pot. Setelah posisinya tepat, polibag disobek menggunakan pisau agar bola tanah akar tidak pecah. Selanjutnya ruangan kosong di sekitar bibit diisi media tanam sampai penuh, setinggi 5-10 cm di bawah bibir pot.Agar posisi tanaman tegak dapat ditopang dengan kayu atau bambu. Kemudian media tanam disiram agar cukup padat dan stabil.