Pemupukan 

Pemupukan mutlak diberikan mengingat terbatasnya lingkungan tanam. Prinsipnya, memberikan suplai unsur hara yang diperlukan tanaman. Pupuknya bisa organik dan anorganik. Khusus untuk jambu air, para nurseri membagi pemupukan menjadi dua periode yaitu sebelum berbuah dan sesudah berbuah.

Periode sebelum berbuah

Pemupukan paling lambat sebulan setelah tanaman ditabulampotkan. Untuk pemupukan awal diberi NPK sesendok makan, kemudian diulang setiap 3 bulan sekali. Pupuk NPK bisa diganti dengan campuran Urea, TSP, KCI dengan perbandingan 3:2:1. Takarannya satu sendok makan per pot. Aplikasinya diulang setiap 3 bulan sekali.  Setiap 6 bulan sekali, tabulampot jabu air diberi pupuk kandang. Campuran kotoran walet dengan sekam dengan perbandingan 3:2 atau pupuk kotoran ayam dengan sekam dengan perbandingan 3:2 sebanyak 2 kg per pot cukup baik untuk tanaman. 

Periode setelah berbuah

Setelah umur dua tahun sejak ditabulampotkan, jambu air siiap berbunga. Untuk merangsang perbunganan, dapat dipupuk NPK dua sendok makan dan diulang 3 bulan sekali. Bisa juga menggunakan campuran Urea, TSP, KCI, (1:2:3) dua semdok makan dan diulang 3 bulan sekali. Selain itu, setiap enam bulan sekali diberi pupuk organik atau pupuk kandang. Yang bagus, campuran kotoran walet dengan sekam (3:2) atau pupuk kotoran ayam dengan sekam (3:2) sebanyak 2 kg per pot. Pupuk NPK ditaburkan di atas permukaan media tanam atau dilarutkan dalam air lalu disiramkan. Pupuk kandang umumnya diberikan dengan cara menaburkannya diatas permukaan media tanam.

Pupuk daun dan ZPT

Pupuk daun dan ZPT diaplikasikan selama masa pertumbuhan vegetatif dan saat tanaman memasuki masa berbunga. Pemberiannya dengan penyemprotan lewat daun. Sebenarnya pemberian ini tidak mutlak diperlukan, sebab aplikasi pupuk daun maupun ZPT lebih bersifat stimulan untuk memacu pertumbuhan tanaman. Aplikasinya dilakukan pada jam 6-10 pagi dan jam 3 sore saat cuaca cerah. Jangan melakukannya disaat mendung atau hujan.