Mangga merupakan buah kegemaran para bangsawan. Sejak zaman kuno, mangga sudah digemari banyak orang. Mangga banyak ditanam sebagai pohon peneduh. Selain tumbuh di pekarangan, mangga juga anggun ditabulampotkan. Keanggunannya akan semakin ekslusif ketika tabulampot mangga berbuah. Itu karena mangga tergolong agak sulit berbuah, Kesulitan terjadi, karena mangga tergolong berbuah musiman. Keberhasilan tabulampot mangga berbuah, dapat dijadikan sebagai prestasi dan nilai kebanggaan tersendiri.

Mangga menghendaki dataran rendah kering, berketinggian 0-500 m dpl. Di atas kisaran tersebut, mangga masih bisa tumbuh, tetapi kualitas dan kuantitas produksinya rendah. Malahan sering tidak berbunga sama sekali. Hal itu berkaitan dengan intensitas sinar matahari, curah hujan dan suhu. Jadi iklim terlalu sejuk untuk kualitas komersial seperti arumanis, gadung, manalagi, golek, gedong gincu, indramayu, dan mangga madu. 

Mangag memiliki perakaran dalam. Agar berbunga, tanaman butuh musim kering 3 bulan, perlu sinar matahari langsung. Di lingkungan aslinya, mangga membutuhkan curah hujan 750-2500 mm/tahun, media tanam subur, kemasaman tanah ideal ber-pH 5,5-7,0. Mangga sangat toleran terhadap kekeringan. Selain faktor tersebut, yang juga mempengaruhi tabulampot mangga berbuah adalah varietas tanaman, media tanam, kualitas bibit, ukuran dan volume pot, kondisi lingkungan dan perawatan. 

 

Pot dan Media tanam

Tabulampot mangga membutuhkan wadah yang ideal. Ukuran tidak terlalu besar atau terlalu kecil. Pot itu sesuai dengan ukuran tanamannya. untuk mangga setinggi 1,0-1,5 m, idealnya menggunakan pot drum berdiameter 60 cm, tinggi 75 cm. Atau pot semen segi empat berukuran 60 x 60 x 75 cm kubik. Pot itu memiliki dasar mantap agar tidak mudah terguling. Media tanam menggunakan campuran tanah (satu bagian), pasir (dua bagian) dan pupuk organik (3 bagian). Kemudian untu menambah keporusan media tanam dapat dicampur sekam (3 bagian) dan untuk menambah kesuburuan tanah perlu ditambah NPK 200 gram, 


 

Bibit dan Penanaman

Bibit mangga dari biji, baru akan berbuah setelah berumur 10-15 tahun. Dengan bibit okulasi atau cangkokan, mangga dapat berbuah umur 1-2 tahun. Bibit mangga tabulampot dianjurkan memakai bibit okulasi atau cangkokan. Batang telah berdiameter 5 cm, bercabang 3-5 dengan arah pertumbuhan merata ke segala arah. Kondisi sehat, subur, bebas hama dan penyakit. Bibit sudah berumur sekitar 2 tahun sejak dibuat. Pot memiliki pembuangan dan sirkulasi udara lancar. Mula-mula dasar pot diisi pecahan genting, batu bata atau kerikil setinggi 10-15 cm. Kemudian diatasnya diisi media tanam sampai setengah pot. Lalu posisikan bibit dalam pot dengan tepat. Media tanam diisikan pada ruang kosong antara bibit dengan dinding pot. Pengisian sampai setinggi 5-10 cm di bawah bibir pot.


 

Pemeliharaan tanaman

Untuk mendapatkan hasil maksimal, tabulampot mangga membutuhkan perawatan maksimal. Pekerjaan perawatan meliputi penyiraman, pemupukan, pemangkasan, perlindungan tanaman, dan merangsang pembungaan. Penyiraman mangga dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore pada musim kemarau. Sehari sekali ketika udara mendung.  Bila hujan tidak perlu disiram. Jumlah air siraman tergantung dari ukuran pot. Penyiraman 5-10 liter air per hari sudah cukup memenuhi kebutuhan air tabulampot mangga dalam sehari. 


Pemupukan

Pemupukan mutlak harus diberikan ke tabulampot mengingat keterbatas lingkungan media tumbuh. Pemupukan diberikan untuk menyuplai unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Jenis pupuk yang diberikan, pupuk organik dan anorganik. Unutk pupuk organik diberikan 6 bulan sekali sebanyak 2-3 kg per pot. Pupuk anorganiknya, NPK 1-2 sendok makan per 3 bulan sekali. Pupuk NPK bisa diganti campuran Uream TSP, dan KCI (1:3:2) sebanyak 1-2 sendok makan per 3 bulan. Pupuk NPK dapat ditaburkan di atas permukaan media atau dilarutkan dalam air sebelum disiramkan. 


 

Pemangkasan

Pemangkasn terdiri dari pemangkasan pemeliharaan, pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi, dan pemangkasan akar. Pertumbuhan yang baik ditandai dengan percabangan yang kokoh dan daun-daun hijau rimbun. Pemangks pemeliharaan ditujukan terhadap tunas-tunas yang mengganggu estetika tanaman, seperti tunas air atau wiwilan. Pemangkasan bentuk ditujukan untuk tanaman belum produktif guna membentuk rangka pohon batang, dahan dan cabang kuat serta bertajuk indah.Pemangkasan produksi dan pemangkasan akar berguna untuk merangsang pembuangan. Pemangkasan ini sebaiknya dilakukan setelah tanaman berumur 3-4 tahun, ketika kondisinya prima.


 

Perlindungan hama penyakit

Mangga mudah terkena jamur jelaga, antraknosa, embun tepung, kutu loncat. Gangguan itu dapat merusak bunga, pucuk tanaman, dan biah terutama pada musim hujan. Pengendaliannya dapat menggunakan pestisida alami. Gangguan yang bersifat temporer, antara lain penggerek, ulat, kumbang, kutu bubuk dan lalat buah. Dalam proses pematangan, buah mangga perlu dibungkus kertas koran maupun bahan lain. Pembungkusan itu untuk mencegah gangguan lalat buah. 


 

Pemanenan buah

Buang mangga dipanen setelah tua di pohon. Umur buah bergantung varietas. Mangga gadung/arumanis (Probolinggo) ditandai warna kulit pangkal buah merah ungu, lainnya hijau biru. Mangga manalagi (Pasuruan), warna pangkal kulit buahnya kuning. Mangga golek (Pasuruan, Probolinggo), pangkal kulit buahnya kuning. Yang lebih tepat bila bisa menghitung umur buah. Mangga golek sudah bisa dpetik pada umur 80-85 hari, mangga gadung/arumanis umur 90-100 hari. Kalau menginginkan buah matang pohon, dipetiknya umur 110-120 hari sejak bunga mekar.Buah mangga dicuci air hangat, diangin-anginkan sampai airnya kering. Mangga ini kalau disimpan di ruang pendingin bersuhu 8-9 derajat celcius, dengan kelembapan 85-90 %, kesegaran mangga bisa tahan 4-7 minggu. 


Tips meningkatkan rasa manis mangga tabulampot

Rasa manis mangga akan muncul setelah buah matang. Saat masih mentah, gula penyebab manis belum terbentuk. Gula masih berupa tepung atau karbohidrat. Menjelang pemasakan, buah melakukan respirasi lebih giat. Proses respirasi menyebabkan tepung terurai menjadi gula berantai pendek (fruktosa). Fruktosa inilah yang membuat rasa manis pada mangga. Tingkat kemanisan mangga, secara genetis diwarskan oleh pohon induknya. Selain itu kondisi lingkungan juga berpengaruh besar. 

Mangga menghendaki lingkungan tumbuh dataran rendah bersuhu panas (30-32 derajat Celsius). Daerah yang beriklim kering seperti Probolinggo, Pasuruan, dan Pati sangat ideal untuk berkebun mangga. Daerah tersebut memiliki curah hujan rendh, intensitas sinar matahari penuh, sangat cocok untuk pertumbuhan mangga.  Hujan yang turun saat mangga maih kecil dapat menurunkan mutu dan citarasa buah. Pasalnya, air hujan menyimpan nitrogen (N) tinggi. Unsur N akan merangsang tanaman menghasilkan tunas daun baru. Akibatnya, hasil fotosintesis yang seharusnya dialokasikan ke buah berkurang karena sebagian besar tersedot oleh tunas muda. Pada tabulampot, kondisi ini dapat diatasi. Saat tanaman mulai berbuah, frekuensi penyiraman dijaga agar jangan berlebihan. Penyiramannya pun cukup hanya sekali setiap hari. 

Tingkat kemanisan mangga juga dipengaruhi oleh intensitas sinar matahari. Proses fotosintesis sangat membutuhkan sinar matahari. Jumlah intensitas sinar yang diterima tanaman akan menentukan jumlah karbohidrat yang dihasilkan. Semakin sedikit sinar, makin sedikit kabohidrat terbentuk. Mangga yang sedang berbuah minimal harus mendapat sinar matahari 5-6 jam sehari. Labih baik lagi kalau mendapat penyinaran penuh. Namun kondisi semacam ini tidak mungkin terjadi saat musim hujan. Akibatnya, buah mangga kurang manis rasanya. 

Unsur kalium (K) berperan penting dalam menentukan tingkat kemanisan mangga. Unsur ini banyak terkandung dalam pupuk KNO3 dan KCI. Karena itu saat tanaman mulai berbuah, pemberian pupuk kalium wajib hukumnya. Dosis terbaik5 g (setengah sendok makan) pupuk KCI atau KNO3 yang dilarutkan dalam 10 liter air (1 ember). Larutan pupuk diberikan seminggu sekali sebanyak 4 kali berturut-turut. Cara lain dengan memberikan kulit telur, tulang ikan, kepala ikan, tulang ayam, dan kepala udang. Limbah peternakan dan perikanan itu diketahui merupakan sumber kalium yang sangat baik. 

Sumber: Bertanam Buah dalam Pot