Tips meningkatkan rasa manis mangga tabulampot

Rasa manis mangga akan muncul setelah buah matang. Saat masih mentah, gula penyebab manis belum terbentuk. Gula masih berupa tepung atau karbohidrat. Menjelang pemasakan, buah melakukan respirasi lebih giat. Proses respirasi menyebabkan tepung terurai menjadi gula berantai pendek (fruktosa). Fruktosa inilah yang membuat rasa manis pada mangga. Tingkat kemanisan mangga, secara genetis diwarskan oleh pohon induknya. Selain itu kondisi lingkungan juga berpengaruh besar. 

Mangga menghendaki lingkungan tumbuh dataran rendah bersuhu panas (30-32 derajat Celsius). Daerah yang beriklim kering seperti Probolinggo, Pasuruan, dan Pati sangat ideal untuk berkebun mangga. Daerah tersebut memiliki curah hujan rendh, intensitas sinar matahari penuh, sangat cocok untuk pertumbuhan mangga.  Hujan yang turun saat mangga maih kecil dapat menurunkan mutu dan citarasa buah. Pasalnya, air hujan menyimpan nitrogen (N) tinggi. Unsur N akan merangsang tanaman menghasilkan tunas daun baru. Akibatnya, hasil fotosintesis yang seharusnya dialokasikan ke buah berkurang karena sebagian besar tersedot oleh tunas muda. Pada tabulampot, kondisi ini dapat diatasi. Saat tanaman mulai berbuah, frekuensi penyiraman dijaga agar jangan berlebihan. Penyiramannya pun cukup hanya sekali setiap hari. 

Tingkat kemanisan mangga juga dipengaruhi oleh intensitas sinar matahari. Proses fotosintesis sangat membutuhkan sinar matahari. Jumlah intensitas sinar yang diterima tanaman akan menentukan jumlah karbohidrat yang dihasilkan. Semakin sedikit sinar, makin sedikit kabohidrat terbentuk. Mangga yang sedang berbuah minimal harus mendapat sinar matahari 5-6 jam sehari. Labih baik lagi kalau mendapat penyinaran penuh. Namun kondisi semacam ini tidak mungkin terjadi saat musim hujan. Akibatnya, buah mangga kurang manis rasanya. 

Unsur kalium (K) berperan penting dalam menentukan tingkat kemanisan mangga. Unsur ini banyak terkandung dalam pupuk KNO3 dan KCI. Karena itu saat tanaman mulai berbuah, pemberian pupuk kalium wajib hukumnya. Dosis terbaik5 g (setengah sendok makan) pupuk KCI atau KNO3 yang dilarutkan dalam 10 liter air (1 ember). Larutan pupuk diberikan seminggu sekali sebanyak 4 kali berturut-turut. Cara lain dengan memberikan kulit telur, tulang ikan, kepala ikan, tulang ayam, dan kepala udang. Limbah peternakan dan perikanan itu diketahui merupakan sumber kalium yang sangat baik. 

Sumber: Bertanam Buah dalam Pot