Jambu biji bisa tumbuh dengan cantik apalagi bila ditanam dalam pot (tabulampot). Tanamannya fleksibel, sehingga mudah dimanipulasi agar berbuah. Produktivitasnya luar biasa. Tanaman mampu berbunga dan berbuah sepanjang tahun, kalau syarat hidupnya terpenuhi. Hampir semua kultivar jambu biji layak ditabulampotkan. Namun untuk menghasilkan buah besar, cukup lebat dan menarik, pemilik perlu memahami sifat-sifat tanaman dan mengelolanya secara tepat.

Kunci jambu biji produktif terletak pada struktur tajuknya yanh ringkas, kompak, dan sehat. Dengan kondisi seperti itu, penyaluran air dan hara dari akar ke tajuk maupun hasil fotosintesis dari daun ke seluruh jaringan pohon berlangsung sangat efisien. Pohon akan berbunga dan berbuah terus menerus sepanjang tahun. Saking rajinnya, belum habis buah dipanen, bunga sudah muncul lagi. Ini karena sifat pembungaan dan pembuahan jambu biji tidak berlangsung serentak.

 

Penanaman dan Perawatan

Pemindahan bibit ke dalam pot sebaiknya dilakukan pada sore hari. Caranya, bibit disiapkan di tempat. Kemudian bibit dicoba dulu dimasukkan dalam pot untuk mengukur posisi tanaman terhadap bibir pot. Setelah menemukan posisi yang tepat, plastik polibag disobek dengan pisau, ditarik perlahan agar bola tanah akar tidak pecah. Letakkan  bibit ke dalam pot, lalu posisikan agar berdiri tegak. Kemudian ruang kosong di sekitar bibit diisi media tanam sampai mendekati bibir pot.

Agar tampak rapi dan bersih, taburkan zeolit di atas permukaan media tanam. Adanya zeolit dapat mencegah terbongkarnya media tanam pada saat penyiraman, sekaligus sumber kalium bagi tanaman. Tabulampot yang telah jadi ditaruh di tempat yang sesuai. kalau kondisi tanaman belum kuat, sebaiknya ditaruh di tempat ternaung agar tidak cepat layu. Namun setelah 1-2 minggu, tabulampot jambu biji harus dipindah ke tempat yang mendapat sinar matahari penuh. Usahakan seluruh bagian tanaman mendapat sinar matahari, paling sedikit 6 jam sehari. Dengan pencahayaan merata, tajuk tanaman akan tumbuh rata dan kompak.