Jeruk salah satu favorit tabulampot, itu karena pertumbuhannya mudah diatur setelah ditabulampotkan. Jeruk mudah "dipaksa" berbuah meski di luar musim. Selain gampang, sifat jeruk juga rajin berbuah. Jeruk pot membutuhkan kondisi lingkungan yang sesuai agar bisa berbuah maksimal. Sebab hasil akhir yang diharapkan dari tabulampot jeruk bukan hanya buahnya, melainkan nilai keindahan yang terpancar dari kondisi tanaman itu sendiri. 

Jeruk menyukai tanah subur, lembab, ketersediaan hara yang cukup dan pengairan lancar. Jeruk cukup toleran terhadap media tanam agak masam, pH 5,0-6,0. Tabulampot jeruk perlu ditempatkan di lokasi yang sesuai. Faktor agroklimat seperti ketinggian tempat, kelembaban, sinar matahari, suhu, tampaknya sulit diubah. Jika kondisi itu tidak terpenuhi, jeruk sulit menghasilkan buah secara normal dalam jumlah maksimal. 

Jeruk keprok akan berbuah maksmal kalau tumbuh di dataran menengah sampai tinggi (ketinggian di atas 700 m dpl). Sebaliknya jeruk siam, lemon, kip, dan nipis, lebih cocok did aerah kurang dari 700 m dpl. Ketinggian tempat tumbuh berpengaruh besar bagi jeruk, karena kebutuhannya akan intensitas sinar matahari dan suhu lingkungan.

 

Media Tanam

Jeruk menghendaki media tanam porous dan subur. Media tanam bertekstur remah, gembur, dan kokoh menegakkan tanaman. Media cukup mengandung unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Juga mudah mengikat dan melepas air. Komponen media tanam yang banyak dipakai antara lain tanah kebun, pasir, pupuk kandang, sekam, serbuk gergaji, arang, batu kerikil, humus, kompos, dan zeolite. Diantara jenis komponen itu, tanah kebun berperanan penting sebagai campuran media.

Campuran media tanam berbeda-beda menurut selera. Formulasi yang paling banyak diterapkan adalah campuran tanahm pasir, dan pupuk kandang. Media tanam ini cukup berat, tapi gembur dan tahan lama. Komposisinya bisa 5:2:1 atau 2:1:1. Media tanam ini bisa ditambah insektisida untuk mematikan hama tanah. Sementara kapur pertanian untuk menetralkan media tanam yang terlalu masam. Kemasaman tanah yang dibutuhkan jeruk ber-pH 5,0-7,5.


 

Bibit Tabulampot

Bibit tabulampot sebaiknya berasal dari perbanyakan vegetatif, seperti cangkok, okulasi, atau sambungan. Bibit seperti lebih cepat berbuah dibandingkan dengan bibit asal biji. Bibit cangkokan berbatang pendek 30-40 cm, namun telah bercabang banyak. Kadang-kadang antara batang dan cabang tampak tidak seimbang. Untuk tabulampot, pilih bibit dengan batang bergaris tengah 3-5 cm, dan memiliki 3-4 cabang simetris, Bibit okulasi ditandai dengan adanya luka bekas tempelan pada sisi batang di bagian bawah percabangan. Ujung batang utama tampak ada bekas pangkasan. Bibit sambungan memiliki ciri berupa luka bekas sambungan berbentuk "V" di bagian bawah percabangan. 

Bibit okulasi dan sambungan sebaiknya dipilih yang menggunakan batang bawah JC (Japanse citrun) atau RL (Rough Lemon). Kedua batang bawah ini terkenal baik pertumbuhannya, tahan penyakit busuk akarm dan adaptasinya tinggi. Bibit umur 4-6 setelah diokulasi atau disambung dapat ditanam dalam pot sementara. Setelah besar berumur 3-4 tahun atau menjelang berbunga, dipindah lagi pot ke pot tetap yang lebih besar.


 

Penyiraman

Tabulampot jeruk membutuhkan perawatan maksimal. Perawatannya berupa penyiraman, penggemburan media, pemupukan, pemangkasan, perlindungan hama penyakit, merangsang pembungaan, penggantian media tanam dan pot. Penyiraman dilakukan setiap hari, ketika musim kemarau tiba, penyiraman berlangsung dua kali sehari, pada dan sore. Saat mendung penyiraman cukup sekali, ketika cuaca kembali cerah. Kalau hujan tidak perlu disiram. Penyiraman diperlukan jeruk pada saat masa pertumbuhan, berbunga dan berbuah. Air tidak boleh menggenang. Tabulampot jeruk dengan pot berdiameter 50 cm, tajuk berdiameter 2,0 m, setiap hari butuh penyiraman air sampai 1,0 liter sampai 2,0 liter per pot.

Pemupukan

Pemupukan dilakukan kontinyu dan terjadwal. Pupuk organik dan pupuk anorganik. Tanaman umur 1-5 tahun diberi 10 g NPK ditambah 5 gram KCl per 3 bulan sekali perpot. Pupuk organik 2 kg per bulan sekali perpot. Tanaman umur 5 tahun ke atas (kalau masih produktif) diberi 3 sendok makan NPK atau 1 sendok makan Urea dan 2 sendok makan KCl per 3 bulan sekali perpot. Pupuk organik diberikan 2 kg perpot setiap 6 bulan sekali. Aplikasi pupuk daun/ZPT dilakukan saat pertumbuhan dan menjelang masa berbunga. Pemberiannya lewat penyemprotan di permukaan daun, pagi pukul 6.00-10.00 atau sore sekitar pukul 15.00. Kalau cuaca mendung atau hujan, tidak perlu penyemprotan.


 

Pemangkasan

Jeruk perlu pemangkasan, baik pemangkasan bentuk, pemeliharaan, maupun pemangkasan produksi. pemangkasan tepat  merupakan salah satu cara pembentukan agar tabulampot mudah dipelihara. Pemangkasan tepat akan berpengaruh baik bagi pertumbuhan tabulampot selanjutnya. Adanya keserasian antara batang dan tajuk akan membuat tanaman kokoh dan produktivitanya kontinyu. Selesai pemangkasan, tabulampot dipupuk dan diairi seperlunya. pemupukan dan pengairan yang cukup dan teratur harus diberikan ke tabulampot, mengingat terbatasnya lingkungan tumbuh. Perlakuan itu dapat mendorong tanaman tumbuh pesat dan produktif.


 

Pemeliharaan dan pemetikan

Hasil tabulampot jeruk, nantinya bakal disantap sendiri. Agar buahnya tampil menarik dan tidak terserang ulat, sebaiknya buah dibungkus. Bahan pembungkusnya bisa kertas koran, kertas semen, plastik hitam, atau kertas karbon. Yang dibungkus buah yang sehat, bentuk lurus, normal. Pembungkusan dilakukan sejak buah masil pentil. Perbandingan antara jumlah buah dan daun dijaga harus seimbang. Sekaligus untuk menjaga estetika. Penjarangan buah perlu dilakukan. Bila jumlah buah terlalu banyak akan menghasilkan buah akhir berukuran kecil-kecil. Karena suplai karbohidrat dari daun cuma sedikit. Idealnya, satu buah jeruk perlu disuplai karbohidrat hasil dari 5-15 daun yang berfontosis sempurna. 

Buah siap panen kalau sudah matang pohon. Buah matang pohon gampang dipetik. Dengan sedikit putar, buah jeruk akan lepas. Pemetikan terbaik menggunakan gunting, sekaligus melakukan pemangkasan ranting tangkai buah. Jadi buah jeruk dipanen berikut buahnya. Setelah panen usai, tabulampot jeruk membutuhkan perawatan pasca panen dan kemungkinan ganti media tanam. Penggantian media tanam wajib dilakukan kalau media tanamnya mulai mengeras, akar tanaman tampak bermunculan di atas permukaan, dan kesuburuannya semakin menurun. 

Sumber: Bertanam Buah Dalam Pot