Bibit Tabulampot

Bibit tabulampot sebaiknya berasal dari perbanyakan vegetatif, seperti cangkok, okulasi, atau sambungan. Bibit seperti lebih cepat berbuah dibandingkan dengan bibit asal biji. Bibit cangkokan berbatang pendek 30-40 cm, namun telah bercabang banyak. Kadang-kadang antara batang dan cabang tampak tidak seimbang. Untuk tabulampot, pilih bibit dengan batang bergaris tengah 3-5 cm, dan memiliki 3-4 cabang simetris, Bibit okulasi ditandai dengan adanya luka bekas tempelan pada sisi batang di bagian bawah percabangan. Ujung batang utama tampak ada bekas pangkasan. Bibit sambungan memiliki ciri berupa luka bekas sambungan berbentuk "V" di bagian bawah percabangan. 

Bibit okulasi dan sambungan sebaiknya dipilih yang menggunakan batang bawah JC (Japanse citrun) atau RL (Rough Lemon). Kedua batang bawah ini terkenal baik pertumbuhannya, tahan penyakit busuk akarm dan adaptasinya tinggi. Bibit umur 4-6 setelah diokulasi atau disambung dapat ditanam dalam pot sementara. Setelah besar berumur 3-4 tahun atau menjelang berbunga, dipindah lagi pot ke pot tetap yang lebih besar.