Musim apapun, pohon sawo selalu tampil hijau. Tanaman ini memiliki daya adaptasi sangat luas. Pohonnya tahan terhadap hembusan angin kencang, karena percabangannya ulet dan kuat. Sawo sangat populer di kawasan Asia Tenggara sebagai peneduh dengan tajuk indah dan rimbun. Ia punakan tampil cantik kalau ditabulampotkan. Tabulampot sawo bisa diusahakan dimana saja, baik di dataran rendah atau tinggi, yang beriklim basah atau kering. Membuat tabulampot sawo berbuah tak berbeda jauh perawatannya dengan tanaman di tanah lapang. Perlakuannya justru lebih mudah, karena pengairan, pemupukan, sinar matahari, kondisi lingkungan dan perlakuan lainnya dapat diatur dan direkayasa sesuai keperluan. Sawo tidak mengenal musim berbuah. Kapan saja berbunga dan berbuah, kalau kondisi pohon prima. Setiap kali berbuah, sawo membutuhkan waktu beberapa bulan dari bunga mekar sampai buah masak pohon.

Sawo terdiri atas banyak kultivar. Antara lain manila, betawi, maja, apel, karat dan kulon. Manila merupakan kultivar komersial terbaik. Produktivitasnya tinggi. Buahnya bulat lonjong dan besar. Pohon dan tajuknya menarik, tampak cantik sebagai peneduh. Tabulampot sawo sebaiknya menggunakan bibit dari perbanyakan vegetatif. Dari bibit cangkokan, tanaman mulai berbunga pada umur 3-4 tahun. Kalau bibit sambungan atau okulasi, mulai berbuah umur 4-6 tahun. Dari biji tanaman muali berbunga pada umur 6-10 tahun dan bisa berproduktif sampai umur 40 tahun.

Saat awal dilakukan penyambungan atau okulasi, umur batang bawah 1-2 tahun. Setelah dirawat sampai setinggi 70-100 cm, bibit dapat ditabulampotkan. Bibit asal cangkokan jarang ditabulampotkan. Menunggunya terlalu lama. Dari pengalaman beberapa praktisi, setelah menunggu 12 bulan, akar cangkokan baru tumbuh sempurna.

 

Penanaman dan Penyiraman

Setelah dirawat 1-2 tahun, kondisi bibit sawo cukup prima, tinggi sekitar 70 cm. Bibit ini sudah layak ditabulampotkan di pot bundar berdiameter 60 cm dengan tinggi 75 cm. Selesai ditanam, tanaman disiram sampai media tanam dalam pot cukup basah. Penyiraman berlangsung setiap hari, walau sedikit. yang penting permukaan media tanam basah (lembab).. Jangan menyiram ketika media tanam basah atau becek. Kalau permukaan sudah kering, boleh dilakukan penyiraman. 

Pemupukan dan Pemangkasan

Pemupukan dilakukan rutin. Pupuk organik dan anorganik. Pupuk bisa ditaburkan lewat tanah (pupuk akar), bisa lewat penyemprotan daun (pupuk daun). Pupuk daun/ZPT diberikan pada fase pertumbuhan dan tanaman memasuki fase berbunga. Sebelum berbunga, tanaman diberi NPK sebanyak 10 gram, 3 bulan sekali. Juga diberi pupuk organik 2 kg, 6 bulan sekali. 

Setelah tanaman berbunga, diberi NPK sebanyak 10 gram ditambah Urea 5 gram per 3 bulan, dan 2 kg pupuk organik 6 bulan sekali. Sawo tidak membutuhkan pemangkasan. Secara alami, batang pokok sawo ditumbuhi cabang-cabang melingkari batang, memencar, dan berurutan (teratur). Kalau pun cabang perlu dipangkas, sifatnya lebih pada pemangkasan pemeliharaan atau produksi. 

Panen buah

Sejak kuncup bunga mekar sampai buah matang pohon, sawo membutuhkan waktu 9-10 bulan. Dari kuncup sampai bunga mekar butuh waktu 1,5-2 bulan. Proses pembentukan buah perlu waktu 5 bulan. Setelah buah terbentuk sempurna, proses penuaannya butuh waktu 2,5 bulan. Total sejak bunga muncul sampai buah sawo matang pohon, butuh waktu 9-10 bulan. Buah sawo tua dipetik ketika daging buahnya masih keras, permukaan kulitnya dilapisi bedak. Kulit buah berubah dari hijau menjadi kuning kecokelatan, sisik di permukaan kulit rontok. Saat dipetik, buah sawo mudah sekali terlepas dari tangkainya. 

Sumber: Bertanam Buah Dalam Pot