Pemupukan cukup dan teratur mutalk bagi tanaman buah dalam pot. ini mengingat terbatasnya lingkungan tumbuh tanaman. Pada prinsipnya pemupukan dimaksudkan untuk menyuplai unsur hara yang dibutuhkan tanaman, Aplikasi sejumlah pupuk sangat tergantung pada kondisi tanaman dan kesuburan media tanamnya. Pemupukan dapat dilakukan melalui akar lewat tanah, maupun daun dalam bentuk larutan yang disemprotkan. Perlakuan itu dapat mendorong tanaman tumbuh pesat.

Pupuk merupakan bahan baku yang mengandung unsur hara. Tujuannya adalah menyediakan energi pada tanaman agar tumbuh sehat, sempurna, cepat berproduksi.Pupuk organik diberikan setiap 6 bulan sekali sebanyak 2 kg per pot sampai tabulampot berumur 2tahun. Kemudian pemberiannya dapat berlangsung hanya setahun sekali. Ciri pupuk organik bagus adalah remah, lembut, dingin, tidak bau, kalu diremas terasa seperti busa. Kandungan hara pupuk organik relatif rendah, tetapi sangat diperlukan untuk mempertahankan struktur tanah agar tetap remah dan menjaga sifat fisik tetap baik.

Selain di beli di toko, pupuk dan hormon perangsang tanaman dapat dibuat sendiri. Sejumlah pecinta lingkungan hidup dan pertanian organik di Purwakarta membuktikan itu, dan sangat efektif diaplikasikan pada tanaman tabulampot. Berikut ini resep pembuatannya menurut versi mereka.

 

Pupuk NPK Organik

Pupuk NPK organik bisa dibuat sendiri. Bahannya tepung rulang 20 kg, tepung ikan 20 kg, ampas tahu 20 kg, kotoran ayam 20 kg, dedak  20 kg, sekam atau arang sekam 20 kg, tanah top soil 20 kg, dan 20 kg campuran tanah top soil dan dedak (1:1) yang telah disimpan selama seminggu.

Semua bahan diaduk merata dengan diberi sedikit air (jangan terlampau basah), lalu dibuat gundukan, tutup dengan plastik agar terfermentasi. Setiap hari adukan itu dibolak-balik agar memperoleh udara segar, lalu ditimbun dan ditutup plastik lagi. Setelah proses fermentasi selesai, suhu dalam gundukan bahan akan turun dan tidak mengeluarkan bau. Bahan ini sudah bisa digunakan sebagai pupuk alami sumber N-P-K.

Pupuk daun organik

Pupuk daun organik bisa dibuat sendiri dari hijauan. Bahannya berasal dari tanaman pupuk hijau atau kacang-kacangan, dedak, dan air (komposisi 1:1:1). Hasil pangkasan tanaman pupuk hijau dari dedak dicampur rata, kemudian dimasukkan ke dalam karung berlubang-lubang, Campuran itu dimasukkan ke dalam drum, lalu direndam air. Drum ditutup dan biarkan adonan pupuk hijau dan dedak itu terendam selama 45 hari. Drum dibuka, air rendamam di saring. Cairan hasil saringan dapat dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk daun sekaligus sumber pupuk daun organik. 

Hormon tanaman organik

Hormon berfungsi sebagai perangsang tumbuh tanaman. Hormon tanaman organik bisa dibuat sendiri dengan menggunakan tunas air pada masing-masing jenis tanaman (jeruk, mangga, jambu, dll), gula pasir 10 gram atau gula merah 20-30 gram. Cabang/tunas air dirajang kecil-kecil. Taburkan gula di atas rajangan itu, kemudian ditutup plastik dan simpan di tempat sejuk. Setelah 5-7 hari rajangan disimpan, akan keluarnya airnya. Tambahkan air sampai seluruh rajangan terendam air. Biarkan rendaman itu membusuk dan larut ke dalam air. Air rendaman di saring. Hasil saringan itulah  yang dimanfaatkan sebagai hormon perangsang tumbuh tanaman.

Sumber: Bertanam Buah Dalam Pot