Buah anggur sangat menarik utnuk ditanam dalam pot. Merawat anggur dalam pot tidak berbeda jauh dengan perlakuan anggur di kebun. Bertanam anggur dalam pot merupakan salah satu upaya budidaya tanaman yang mengasyikkan. Kegiatan ini sangat cocok untuk Anda yang tidak memiliki lahan luas atau tidak ada tempat untuk mendirikan para-para. Bertanam anggur dalam pot juga merupakan upaya menyalurkan hobi.

Memulai bertanam anggur, yang pertama dilakukan adalah memilih varietas sesuai lokasi penanaman. Kalau lokasinya di dataran rendah 0-300 m dpt dengan iklim kering, yang terbaik menanam anggur eropa dengan kultivar atau varietas Probolinggo Biru, Probolinggo putih, situbondo kuning, gross colman atau bali. Di lokasi yang iklimnya agak basah, dari dataran rendah hingga dataran tinggi (0-700m dpl), yang cocok anggur amerika, dengan varietas Isabella, Brilliant, Beacon, atau Delaware. Selain bisa berbuah di daerah agak basah, anggur tersebut tahan terhadap penyakit downy mildew.

Proses berikutnya adalah mempersiapkan sarana pertanaman. Pot yang dibutuhkan bisa terbuat dari semen, tanah liat, potongan drum, kaleng, atau plastik. Pot ideal untuk anggur berukuran panjang 60 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 75 cm. Pot itu sebaiknya mudah diangkat, tidak gampang retak atau pecah. Kalu menngunakan drum, pinggiran mulut pot perlu dipasang pegangan dari besi agar mudah diangkat kalu dipindahkan. Bagian bawah pot diberi lubang drainase agar air siraman tidak menggenang.

 

Media tanam menggunakan campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2.  Dasar pot diberi pecahan batu bata atau kerikil sekitar 10 cm, lalu sekam 10 cm, lapisan selanjutnya media tanam, bisa dimasukkan sampai setinggi 5-10 cm di baah bibir pot. Bersamaan dengan itu, tambahkan pupuk N-P-K (15:15:15) sebanyak 10 gram (1 sendok makan) per pot sebagai dasar.  Pot dan media tanam diangin-anginkan selama seminggu sebelum ditanami. 

Untuk menyiapkan bibit, paling praktis menggunakan bibit siap tanam yang dibeli dari penangkar bibit. Kalau memiliki tanaman induk, bibit bisa dibuat sendiri dari stek atau cangkok. Kalau bibit dibeli dari penangkar, perlu diketahui kejelasan mutu dan asal-usulnya. Umumnya anggur diperbanyak dengan stek. Stek dipilih dari cabang primer berumur 1-2 tahun, kulit berwarna cokelat. Stek cabang itu memiliki bulatan-bulatan mata tunas ada permukaan kulitnya. Cabang dipotong 2 cm dari mata tunas bagian pangkal maupun ujung stek. Panjang stek 20-30 cm, paling sedikit bermata 3 tunas. Ujung stek dibuat rata, dan bawahnya lancip.

Stek boleh ditanam langsung ke pot atau disemai terlebih dulu dalam polibag. Cara menanamnya, dua mata tunas terbenam dalam tanah, yang lain tersembul di permukaan. Bibit yang baru ditanam atau disemai di taruh di tempat termaung. Setelah tumbuh dan tanaman terlihat kuat, ditandai dengan munculnya daun-daun baru sebanyak 2-3 helai, pot atau polibag dapat dipindah di tempat terbuka agar mendapat cukup sinar matahari.

Berisamaan dengan pemindahan pot ke tempat terbuka, dapat dibuatkan tempat rambatan dari kayu, bambu, atau besi. Bahan rambatan aluminium atau stainless steel lebih awet, kuat, dan ringan. Bentuk rambatan tergantug tipe tajuk yang diinginkan. Bentuknya bisa menyerupai huruf H, T, atau tangga. Posisi rambatan berdiri tegak diatas permukaan media tanam. Dengan adanya rambatan, perawatan anggur akan semakin mudah.

Bibit anggur polibag bisa dipindahkan ke pot yang tetap setelah 1,5-2 bulan disemai. Sebelum dipindah-pindahkan rambatan harus sudah tersedia. Media tanam digali persis ditengah pot. Ukuran lubang dibuat sedikit lebih besar dari polibag bibit. Bibit dikeluarkan dari polibag. Tanaman beserta media tanamnya dimasukkan lubang tanam. Atur agar posisinya tegak. Media tanam di sekita bibit diratakan. Lalu disiram agar padat.

Tajuk tanaman dirayapkan pada rambatan. Selanjutnya anggur membutuhkan perawatan rutin berupa pengairan, perawatan rutin berupa pengairan, pemupukan, pemangkasan dan perlindungan terhadap gangguan hama penyakit.

Usai ditanam, anggur perlu disiram, cukupp dengan membasahi media tanam agar lembab. Penyiraman dengan menggunakan gembor dilakukan setiap hari hingga berumur 2 bulan. Setelah frekuensi penyiraman dikurangi cukup 2 hari sekali. Air membutuhkan air banyak tetapi jangan samapi menggenang. Karena itu lubang drainase harus berfungsi dengan baik. Bila kemarau disiram 2 kali sehari pagi dan sore, bila mendung cukup sekali, bila hujan dihentikan.

Sejak ditanam sampai tanaman menjelang dipangkass, perlu penyiraman setiap hari. Menjelang pemangkasan (10 hari sebelumnya) penyiraman dihentikan. Sekitar  2-3 hari menjelang pemangkasan dilakukan penyiraman lagi. Penyiraman dilanjutkan sampai tanaman berbuah dan buahnya sudah disiapkan bedak/pupuk. Dua minggu menjelang panen, penyiraman dihentikan. Setelah buah dipetik, penyiraman dihentikan. Penyiraan dilakukan lagi 2-3 hari setelah panen. Begitu seterusnya.

Pada awal pertumbuhan sampai umur 6 bulan, anggur hanya memerlukan pupuk yang mengandung unsur nitrogen (N). Per pot cukup 7,5 gram Urea atau 10 gram ZApada umur 10  hari setelah tanam. Pemberiannya diulang 10 hari sekali sampai tanaman umur 3 bulan. Pemberian pupuk berikutnya, dosisnya meningkat menjadi 15 gram per pot, yang diulang tiap 15 hari sampai tanaman umur 6 bulan. Pemupukan organik dilakukan setahaun dua kali. Takarannya bervariasi, tergantung ukuran por, umur tanaman, dan volume media tanam. Minimal 2 kg per pot tanaman per 6 bulan, atau 4 kg per tahun.

Pupuk N-P-K bisa memperbaiki kualitas buah. Takarannya 10-20 gram (1-2 sendok makan) per pot besar. Selain itu, bisa ditambahkan pupuk organik cair, pupuk daun. Untuk tabulampot sudah produktif, pemupukan dilakukan 10 hari menjelang pangkas, 20 hari setelah pangkas (buah sudah sebesar buah lada), 45 hari setekah pangkas. Selanjutnya pemupukan dilakukan sebulan sekali sampai buah panen. Seminggu setelah panen, pemupukan berulang seperti semula.

Pemangkasan bentuk dilakukan pertama kali setelah anggur berumur 6 bulandengan pertumbuhan yang bagus, Jika kondisi tanaman kurang bagus, tunggu sampai tanaman tumbuh prima. Ditandai dengan pencabangan kokoh, daun hijau rimbun. Pemangkasan pertama dilakukan terhadap cabang primer pada bagian tanaman yang terletak 50 cmdari permukaan tanah. Pada bekas pemangkasan ini akan muncul cabang sekunder. Cabang sekunder inilalu dipotong agar tumbuh cabang tersier yang menghasilkan bunga atau buah (pemangkasan produktif).

Agar butiran buah besar-besar, dompolan perlu dijarangkan. Penjarangan dilakukan setelah buah sebesar biji kedelai (sebanyak 20-30% berumur sekitar 1,5 bulan setelah rompes. Penjarangan berikutnya setelah buah sebesar biji jagung (sebanyak 10-20%). Buah yang bakal panen nantinya tinggal 60-70%. Buah anggur jangan terkena hujan. Kalu ada tanda-tanda turun hujan lebat, tabulampot anggur sebaiknya dipindahkan ke tempat yang aman. Setelah hujan reda, ia dikembalikan ke tempat semula.

Buah yang mulai besar memrlukan perawatan untuk menghindari gangguan hama, penyakit, dan tangan-tangan iseng. Cara mengamankannya dengan dibungkus. Pembungkusan dilakukan setelah dalam satu tandan ada beberapa butir yang mulai matang dan permukaan buah dilapisi bedak. Buah dibungkus kertas koran, kantung semen, atau plastik warna merah. Ujung bagian bawah pembungkus dilubangi agar aerasi udara lancar.

Setalah buah matang, bungkus dibuka dan buah dipetik berikut tandannya. Umur buah dipangkas tergantung varietasnya. Matangnya buah terlihat dari tebalnya kulit dan tercium aroma khas anggur. Usai panen, tanaman perlu perawatan pasca panen, seperti dipupuk, dipangkas, dan diairi. Kalau perlu dilakukan pergantian media tanam. Penggantian media tanam dilakukan setelah media tanam mulai mengeras dan akar tanaman tampak bermunculan di permukaan media, dan kesuburan media tanam mulai menurun.

Sumber: Bertanam Buah dalam Pot