Hidroponik

Menanam Hidroponik menggunakan Sistem Pasang Surut

Dalam budidaya dengan menggunakan hidroponik kita beberapa sistem, salah satunya yang akan kita bahas kali ini adalah sistem hidroponik Ebb and Flow System atau disebut juga Flood and Drain System atau Sistem Pasang Surut.

Sistem hidroponik pasang surut ini memiliki pola kerja yang cukup unik, mengapa demikian? karena dalam sistem hidroponik jenis ebb and flow, tanaman mendapatkan air, oksigen, dan nutrisi melalui pemompaan dari tandon nutrisi yang dipompakan ke media yang nantinya akan dapat membasahi akar (pasang) sampai pada ketinggian tertentu dan untuk beberapa saat air bersama dengan nutrisi turun kembali menuju bak penampungan (surut) begitu seterusnya. Waktu pasang dan surut dapat diatur waktunya dengan menggunakan timer sesuai kebutuhan tanaman sehingga tanaman tidak akan tergenang atau kekurangan air.

Read more ...

Nilai Ambang Keracunan Nutrisi

Sudah pasti para petani ingin agar kualitas dan kuantitas produksinya meningkat. Tidak terkecuali para petani hidroponik pasti menginginkan hal yang sama. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tidak jarang melakukan peningkatan angka EC. Padahal untuk meningkatkan angka EC tidak bisa serta merta bisa dinaikkan. Kita harus mengingat ambang batas yang sudah ditetatapkan yaitu menjaga agar tidak melampaui ambang batas Fito-toksisitas. Bila hal tersebut dilanggar, akan berakibat keracunan seperti  terjadinya gosong pada daunseperti menghitam hangus, jaringan mati oleh kepekatan pupuk yang terlalu banyak.

Tiap kultivar (cultivated variety) memiliki nilai ambang sendiri. Bisa diterka, bahwa tanaman yang lunak atau sukulen dan banyak mengandung air, nilai ambangnya rendah, dan dengan EC yang rendah telah teracun, dengan gejala gosong, menguning, melayu, daun bergelayutan berkerut, disusul kematian.

Contohnya ialah tanaman pakchoy, caysim, bayam, yang mulai teracun pada EC sekitar 3,0 mS/cm, sehingga kita bekerja hanya hingga EC 2,5. Jendela sebesar EC 0,5 harus kita sediakan untuk bila sewaktu-waktu EC meningkat, misalnya karena RH (relative humidity, kelembaban nisbah) mendadak turun, yang menyebabkan transpirasi meningkat, tanaman kehilangan air atau dehydrasi, yang mengakibatkan EC naik.

Lagi pula, EC yang semakin tinggi dan mendekati nilai ambang, efisiensi penyerapan hara nutrisi dari media oleh akar, menurun sekali, berdasarkan hukum “law of deminishing return”. Jadi kita harus menahan diri, untuk berhenti pada angka EC tertentu.

Read more ...

Membuat Sendiri Nutrisi Hidroponik

Sebelumnya kita sudah pernah membahas bagaimana cara menanam dengan memakai sistem Hidroponik. Seperti halnya bercocok tanam dengan media tanah yang membutuhkan nutrisi berupa pupuk dan yang lainnya, bertanam dengan memakai sistem hidroponik, tentunya juga membutuhkan nutrisi yaitu nutrisi hidroponik. Nutrisi hidroponik ini bisa Anda buat sendiri. Anda ingin tahu bagaimana caranya? Silakan Anda simak berikut ini.

 Bahan :

    Pupuk Urea 1000 gr
    Pupuk KCL 1000 gr
    Pupuk NPK 1000 gr
    Pupuk daun Gandasil ( Growmore ) 50 gr.

Peralatan

    Ember bervolume 20 liter
    Drum plastik bervolume 100 liter
    Timbangan digital
    Alat pengaduk
    Air sumur, air sungai
    Air PDAM tidak diperkenankan kecuali sudah diendapkan selama 7-10 hari.

Read more ...