Ditengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, membuat harga beberapa bahan pokok seperti cabai naik tak terkendali. Tetapi hal itu bisa dihindari, jika anda melakukan budidaya cabai di rumah. Dan bila anda tidak mempunyai lahan yang memadai, maka budidaya cabai dengan sistem hidroponik adalah jawabannya. Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara membuatnya. Berikut penjelasannya untuk Anda. Saya yakin informasi ini sangat bermanfaat bagi anda terutama para bapak yang selalu mendapat keluhan dari para ibu karena harga cabai yang naik.

Budidaya cabai secara hidroponik yang saya bahas kali ini menggunakan sistem wick atau sumbu. Budidaya dengan cara hidroponik sama hasilnya dengan bertanam secara organik. Karena selama kebutuhan hara tercukupi, pastinya tanaman apapun akan menghasilkan buah yang optimal. Dan sistem hidroponik ini memiliki keuntungan tidak perlu repot menyiram tanaman. Bagaimana cara budidaya cabai dengan sistem hidroponik? dibawah ini saya tampilkan skema yang saya copy dari (Om Adri Aji).

 

  


Dalam Skema tersebut anda memiliki alternatif untuk menggunakan peralatan seperti sterofoam, dengan biaya yang minim dan memanfaatkan barang bekas anda bisa budidaya cabai secara hidroponik dengan kaleng plastic bekas cat tembok dan pot bekas ukuran hampir sama. kita lihat langsung gambarnya.

   

dengan melihat gambar di atas, kita bisa memanfaatkan dua hal yaitu cara bertanam yang mudah dan memanfaatkan barang bekas. Memang tampak kurang menarik jika kita hanya memperhatikan media yang dipakai. Tetapi jika kita melihat hasil dari budidaya itu sendiri, apakah anda tidak tertarik?

Terakhir yang kita bahas mengenai budidaya cabai adalah mengapa ada batu dalam media tanam? Pertanyaan itu pasti keluar dari benak anda. Yang pasti itu bukan batu tapi cor-coran semen yang digunakan untuk menyangga tanaman.  Untuk media tanam tetap menggunakan arang sekam sebagai cara budidaya cabai dengan cara hidroponik.

sumber: denmas-kenthus.blogspot.com