Bayam merupakan tanaman yang mudah tumbuh. Tidak hanya dapat kita temukan di sawah tetapi bisa juga di kebun kita sendiri. Sebenarnya, menanam bayam tidak butuh lahan yang luas. Tetapi bila anda tidak memiliki lahan sama sekali untuk dipakai bertanam, anda masih bisa memakai cara hidroponik. Dengan cara hidroponik, selain anda bisa mendapatkan hasil yang lebih berkualitas karena anda tidak menggunakan pestisida sama sekali, anda bisa mengembangkannya menjadi usaha bisnis.  Menanam bayam secara hidroponik hanya membutuhkan ketelitian.

Pada penanaman hidroponik ini ada dua langkah, langkah pertama adalah tahap penyemaian benih, dan langkah kedua adalah tahapan penanaman pada alat hidroponik. Bagaimana cara budidaya bayam secara hidroponik?

Penyemaian benih

Langkah pertama budidaya bayam hidroponik yaitu melakukan penyemaian benih. Langkah-langkah untuk melakukan peyemaian benih bayam adalah sebagai berikut :

    Langkah yang pertama anda perlu menyediakan arang sekam dalam sebuah nampan.
    Kemudian anda dapat mencampurnya dengan benih bayam beserta pasir  yang halus dan kering.
    Selanjutnya anda dapat menaburkan benih yang telah anda campur dengan menggunakan pasir tersebut ke dalam  sebuah nampan.
    Berikutnya anda dapat menaburkan arang sekam ke dalam nampan setinggi 5 mm.
    Kemudian anda dapat menutup nampan tersebut dengan menggunakan tisu basah.
    Pada setiap pagi dan juga sore anda dapat menyemprot benih dengan menggunakan air agar media selalu lembab.

Jika  Anda sudah melakukan langkah-langkah yang ada diatas maka dalam waktu hanya 2 hari saja, akan mulai terlihat kecambah  benih dari  bayam tersebut. Setelah 10 hari lamanya tanaman bayam itu  akan tumbuh daun kurang lebih sebanyak 2 hingga  4 daun, dan memiliki ketinggian antara 7 cm. Setelah 10 hari maka tanaman sayur bayam tersebut sudah dapat dipindahkan ke dalam alat hidroponik.

Penanaman pada alat hidroponik

Untuk Tanaman bayam yang dari tempat persemaian akan diambil, lalu anda dapat menanamnya pada stirofom yang sudah diberi lubang dengan menggunakan bantuan gabus atau kapas untuk dapat menyangga tanaman bayam dengan. Jarak setiap tanaman kurang lebih 15 cm. Selanjutnya stirofom yang telah Anda tanami bayam  dapat di masukkan ke dalam talang untuk alat hidroponik. Air yang telah berisi nutrien  dapat dialirkan terus menerus dengan melalui talang. Setelah 1 hingga 1,5 bulan, maka tanaman bayam telah siap untuk dipanen.

sumber : tanamanbuahsayur.blogspot.com/