Sudah pasti para petani ingin agar kualitas dan kuantitas produksinya meningkat. Tidak terkecuali para petani hidroponik pasti menginginkan hal yang sama. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tidak jarang melakukan peningkatan angka EC. Padahal untuk meningkatkan angka EC tidak bisa serta merta bisa dinaikkan. Kita harus mengingat ambang batas yang sudah ditetatapkan yaitu menjaga agar tidak melampaui ambang batas Fito-toksisitas. Bila hal tersebut dilanggar, akan berakibat keracunan seperti  terjadinya gosong pada daunseperti menghitam hangus, jaringan mati oleh kepekatan pupuk yang terlalu banyak.

Tiap kultivar (cultivated variety) memiliki nilai ambang sendiri. Bisa diterka, bahwa tanaman yang lunak atau sukulen dan banyak mengandung air, nilai ambangnya rendah, dan dengan EC yang rendah telah teracun, dengan gejala gosong, menguning, melayu, daun bergelayutan berkerut, disusul kematian.

Contohnya ialah tanaman pakchoy, caysim, bayam, yang mulai teracun pada EC sekitar 3,0 mS/cm, sehingga kita bekerja hanya hingga EC 2,5. Jendela sebesar EC 0,5 harus kita sediakan untuk bila sewaktu-waktu EC meningkat, misalnya karena RH (relative humidity, kelembaban nisbah) mendadak turun, yang menyebabkan transpirasi meningkat, tanaman kehilangan air atau dehydrasi, yang mengakibatkan EC naik.

Lagi pula, EC yang semakin tinggi dan mendekati nilai ambang, efisiensi penyerapan hara nutrisi dari media oleh akar, menurun sekali, berdasarkan hukum “law of deminishing return”. Jadi kita harus menahan diri, untuk berhenti pada angka EC tertentu.

Tanaman yang berkayu, semisal cabai, terung, tomat, paprika, mempunyai toleransi yang jauh lebih tinggi. Pernah diberitakan bahwa di India ada seseorang yang menanam tomat dengan EC 7,0 dan tidak melaporkan adanya keracunan. Bisa kita simpulkan bahwa nilai ambang keracunan tomat berada di atas angka EC 7,0. Di lain fihak, sering kita bertanya : Apakah perlu kita tingkatkan EC hingga mepet pada nlai ambang keracunan? Kadang titik optimal keuntungan berada jauh di bawah angka nilai ambang.

Bola EC sudah tinggi sekali, tetapi masih ada keinginan untuk meningkatkan pemupukan, maka tempuhlah jalan volume pemberian pupuk. Pada NFT, flowrate/curah yang sebesar 1 l/gully/menit, ditingkatkan menjadi 2 l/gully/menit. Atau kelandaian talang yang tangens 2 %, diperbesar menjadi tangens 4 %, perbedaan tinggi 4 cm per meter talang, sehingga larutan meluncur dengan lebih cepat, seolah-olah akar disuapi makanan dobbel lebih cepat.

Dengan memperbesar tangens dari 2 menjadi 4 %, berarti “film” larutan di talang menjadi lebih tipis, yang berarti air bersentuhan dengan oksigen dari udara lebih banyak, kadar oksigen-terlarut meningkat. Respirasi/pernafasan terpacu, energi lebih banyak terbentuk, tanaman lebih powerfull untuk menyerap ion-ion dari larutan. Komplitnya nutrisi yang sekarang dapat diserap tanaman, menyebabkan tanaman tumbuh dengan sempurna!

Sumber Artikel :  Facebook Yos Sutiyoso