Menanam anggrek biasanya menggunakan arang, potongan pakis, atau sabut kelapa sebagai media tanamnya. Dan perlu penanganan ekstra, mulai dari cara menanamnya, hingga perawatannya. Menanam anggrek bisa dilakukan di pot atau ditempel. Bila memilih menanam di pot maka bisa menggunakan pot tanah ataupun pot plastik. Bila menggunakan cara ditempel, maka media yang digunakan sudah langsung pohon atau papan lukis. Selain itu, lebih bagus jika tanaman Anggrek yang dipilih di dalam gaya tempel merupakan tanaman Anggrek yang memiliki batang tidak terlalu panjang.

Selain masalah menanam, soal merawat anggrek juga harus diperhatikan. Seperti memberikan tiang penyangga  untuk penahan batang tanamannya. Sebagai tanaman yang menjalar, diperlukan tiang untuk menyangganya. Selain itu, fungsi pembuatan tiang juga untuk memelihara dan membentuk tanaman Anggrek sesuai dengan keinginan si penanam. Selain itu harus memperhatikan pula penempatan tanaman anggrek, harus ditempatkan pada tempat yang terkena sinar matahari secara alami tetapi tidak boleh terlalu panas, atau dengan kata lain tidak boleh terkena panas langsung. Dan bila ditempatkan di dalam ruangan maka harus didekatkan pada lampu ruangan sehingga tanaman tidak kekurangan cahaya. Dan yang terpenting adalah jangan lupa disiram (dijaga kelembabannya) dan diberi pupuk khusus tanaman anggrek atau pupuk untuk tanaman tropis. Apakah anggrek bisa dibudidayakan dengan cara hidroponik? Ternyata jawabnya bisa. Dan saat ini akan kami jabarkan pembudidayaan anggrek dengan cara hidroponik khusus untuk Anda. Berikut penjelasannya.

Menanam anggrek hidroponik bisa menjadi salah satu alternatif untuk anda yang ingin berkreasi lain daripada yang lain. Menanam anggrek secara hidroponik memiliki kelebihan tidak memerlukan penyiraman rutin, bebas dari penyakit, anggrek tumbuh lebih cepat karena asupan gizi untuk anggrek tercukupi dengan baik, dan tidak memerlukan banyak perawatan.

Menanam Anggrek hidroponik berarti menanam anggrek dalam wadah tertentu dengan media tanam yang diisi agregat. Agregat berfungsi untuk menahan air kaya nutrisi. Selain itu, agregat yang berpori menyebabkan sirkulasi udara berlangsung lebih lancar. Bagaimana cara menanam anggrek hidroponik?

Setelah anggrek ditanam dalam agregat, hal yang perlu dilakukan pemilik hanya menambahkan larutan air yang telah dicampur dengan nutrisi tanaman.  Anggrek akan mendapatkan manakan dari larutan air tersebut.

Dengan metode hidroponik, tidak diperlukan menyiram secara rutin tanaman anggrek Anda. Larutan nutrisi hanya perlu ditambahkan sesekali saja. Bandingkan dengan bertanam secara konvensional yang mengharuskan Anda menyiram setiap hari.

Anggrek hidroponik akan tumbuh  lebih sehat. Mengapa? Karena anggrek hidroponik tidak memerlukan tanah, maka kemungkinan untuk mendapatkan penyakit dari tanah menjadi bisa dihilangkan.  Anda tidak perlu khawatir tentang pembusukan akar dan penyakit lainnya.

Larutan nutrisi yang digunakan pada anggrek hidroponik dapat dibeli secara mudah dan biasanya disediakan satu paket dengan agregat (media tanam). Nutrisi ini tersedia dalam bentuk organik atau kimia (anorganik).

Ada beberapa media tanam yang dapat digunakan untuk menumbuhkan anggrek hidroponik. Diantaranya adalah LECA, Lava Rock, dan Aliflour.

LECA – (lecation) – merupakan agregat tanah liat yang dibuat menjadi pelet. Pelet tanah liat dipanaskan hingga 2000 derajat sehingga mengeras dengan pori-pori kecil di dalamnya. Pori-pori ini berfungsi sebagai penyimpan larutan nutrisi sekaligus tempat sirkulasi udara.

Lava Rock – merupakan produk alami yang digali dari tanah dan digunakan sebagaimana adanya. Sesuai namanya, Lava Rock banyak ditemukan di dekat gunung berapi.

Aliflour – mirip dengan lecation namun tidak dipanaskan dengan suhu tinggi. Hal ini membuat aliflour lebih lunak dan mudah hancur.

Menggunakan sistem hidroponik, anggrek tumbuh 30%-50% lebih cepat dibanding menanamnya di tanah.

Selain itu, anggrek hidroponik juga memerlukan perawatan lebih sedikit dibanding bertanam secara konvensional

sumber : amazine.co