Selama ini kita sudah mengenal cara menanam dengan menggunakan sistem hidroponik. Ada beberapa cara tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam selain sistem hidroponik , salah satunya adalah sistem aeroponik.  Aeroponik merupakan sistem menanam dengan cara akarnya secara berkala dibasahi dengan butiran-butiran larutan nutrien yang halus seperti kabut. Metode ini tidak memerlukan media dan memerlukan tanaman yang tumbuh dengan akar yang menggantung di udara atau pertumbuhan ruang yang luas secara berkala.

Aeroponik atau sering disebut sisitem pengkabutan adalah salah satu system hidroponik dimana menggunakan udara dengan kabut nutrisi sebagai media. Perbedaan antara hidroponik dan aeroponik bila dilihat dari media tanam, hidroponik menggunakan air sebagai media tanam sedangkan aeroponik, akar tanaman dibiarkan menggantung di udara. Pemberian nutrisi pada sistem hidroponik dilakukan dengan cara melarutkannya dalam air, sedangkan aeroponik dilakukan dengan cara menyemprotkannya (seperti kabut) pada akar tanaman yang menggantung di udara. 

Teknik aeroponik , anak-semai dibungkus pangkal akarnya dengan sejumput rockwool, lalu ditancapkan pada lubang-tanam berdiameter 3 cm, pada styrofoam ketebalan 3 cm, dengan medium density. Tiga puluh cm di bawah helaian styrofoam ada dibentangkan slang poly-ethylene, dan padanya tiap meter ditancapi sprinkler, yang dengan tekanan 2 atmosfir, menghasilkan kabut sebanyak 0,85 liter/menit, atau 50 liter/jam, yang membasahi perakaran terus menerus, tanpa hentinya. Tidak dibenarkan untuk mematikan pompa, walau malam hari tidak ada sinar matahari sekalipun

akarnya bergelayutan bebas ke bawah. akar bermandikan butiran halus, yang kandungan oksigen-terlarutnya sangat tinggi, yang sangat menunjang proses respirasi. Larutan yang tidak mengenai akar dikumpulkan dan dialirkan kembali ke tandon/reservoir larutan nutrisi, untuk re-sirkulasi.

Jarak antara satu dengan lain sprinkler adalah 1 meter. Gunakan sprinkler sesedikit mungkin, supaya tekanan pompa dibagi atas sprinkler yang jumlahnya sedikit itu, hasil semburannya tetap tinggi. Kalau terlampau banyak sprinkler, maka tekanan di masing2 sprinkler turun, dan "misting" tidak terjadi!.Koncinya = misting, kabut!

Percobaan yang berhasil baik telah pula dilakukan terhadap aeroponik produksi bunga potong Chrysanthemum/krisan dan Lily. Umur tanaman dapat direduksi dari 12 minggu menjadi 8 minggu. Jumlah kuntum bunga yang mekar serempak dapat ditingkatkan dari dua menjadi tiga kuntum. Kecerahan warna dan aroma dapat pula ditingkatkan sedikit

Sumber : Catatan Penting Yos Sutiyoso
Gambar : Berbagai Sumber (Internet)