Air merupakan faktor terpenting ketika kita berbicara mengenai penanaman dengan sistem hidroponik. Dibutuhkan pengetahuan atau ilmu agar air dapat terserap sempurna ke akar tanaman sehingga pertumbuhan tanaman sangat baik. Dan Bang Yos Sutiyoso menjawab permasalahan ini untuk Anda. Simak penjelasannya berikut ini!

Selalu didengungkan, bahwa suatu reaksi kimia selalu terjadinya dalam air, dan kita menerimanya. Rupa-rupanya tiap ion, kation yang bermuatan positif, maupun anion yang negatif, semuanya bermantelkan air. Kalau dalam suatu media tanam suatu ion terserap oleh bulu akar yang bermuatan listrk, maka air pun ikut terbonceng terserap masuk ke dalam akar. Proses penyerapan terjadi terus menerus, sehingga ion dan air yang terdahulu masuk akan terdorong terus ke atas, ke tajuk, dan gerakan ini disebut “xylematic apically”, aliran ke atas melalui xylem.

Kalau ingin membesarkan tanaman, maka berilah pemupukan anorganis, yang bersifat elektrolit, yang akan terurai menjadi kation dan anion, supaya diserap oleh akar tanaman, dan dengan demikian juga akan meningkatkan penyerapan air, sehingga tanaman akan cepat membesar. Tentunya air harus tersedia cukup di media-tanam. Untuk aeroponik dan hidroponik, unsur hara nutrisi memang berada dalam air, dan dengan demikian akan memacu pertumbuhan dengan fantastis cepat.

Penyerapan ion-ion nutrisi, beserta mantel airnya, hanya berlangsung bila tanaman berenergi. Berarti tanaman mengandung banyak karbohidrat, sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi, melalui proses respirasi / pernafasan. Berarti tanaman harus ditempatkan di sinar matahari langsung, untuk dapat berfoto-sintesa asimilasi karbohidrat, dan bukan bertani di keteduhan garasi atau tembok, atau terhalang oleh pepohonan atau bangunan yang tinggi. Dengan tanaman yang berenergi, maka semua unsur, termasuk unsur nutrisi yang berat, misalnya K yang berat atomnya 39, Ca yang 40, Fe yang 57, semuanya terangkat, sehingga tanaman tidak akan pernah mengalami defisiensi/kahat unsur apapun. Ketika dikonsumsi, sayuran enak, kuat rasa dan aromanya. Juga crispy/kerenyahan akan terasa betul kenikmatan mengkonsumsinya.

Kalau di dalam tandon isinya air murni melulu, tidak mengandung ion apapun, sedangkan air itu bukan elektrolit, maka air itu tidak bisa diserap oleh akar, dan tanaman akan layu. Tidak ada ion yang bisa di-mantel-inya, yang bisa ia tumpangi untuk bisa masuk, tertarik muatan listrik akar. Jadi, untuk sementara waktu, tidak memberi pupuk A-B mix pada budidaya hidroponik, tetapi hanya air baku saja, dengan dalih penghematan, tidaklah dapat dipertanggung jawabkan. Sayangnya banyak yang melakukan hal tersebut, dan tanpa disadari menderita kerugian, dengan rendahnya produksi dan kualitas, serta mundurnya penampilan, rasa, dan aroma. Jangan dibandingkan dengan budidaya bermedia tanam, misalnya polybag diisi arang sekam, bubuk sabut kelapa, yang dapat berperan sebagai “buffer”, karena berkapasitas menyimpan dan melepaskannya kembali unsur-unsur nutrisi, sehingga air di dalam airnya selalu ada elektrolitnya.

Oleh Yos Sutiyoso