Mungkin Anda bertanya-tanya, jika selama ini kita menggunakan pupuk untuk tanaman hidroponik dengan pupuk khusus tanaman hidroponik, bisakah jika pupuk yang digunakan adalah pupuk untuk pertanian biasa, mengingat budidaya tanaman hidroponik dan budidaya tanaman biasa sangat berbeda, terlebih media tanam dan perawatannya saja sudah berbeda. Untuk mengetahui jawabannya, kali ini  kita akan ber eksperimen untuk membuat pupuk sendiri sebagai biang bertanam hidroponik. Pupuk yang akan kita buat kali ini adalah pupuk bahan bakunya umum ditemui di toko pertanian, sehingga dapat diperoleh dengan mudah di toko  pertanian terdekat di rumah anda.

Baiklah mari kita persiapkan apa saja peralatan yang harus dipersiapkan :

    TDS Meter untuk mengukur ppm dan
    PH Meter untuk mengukur asam basa air.
    Pupuk NPK Mutiara 1000 gr ( warna bulat biru )
    Pupuk Urea  1000 gr ( warna putih )
    Pupuk KCL  1000 gr
    Pupuk Gandasil D 100 gram ( kemasan warna hijau ), dipakai 50 gram saja.
    Air bersih ppm rendah ( seperti air hujan ) 20 liter

Cara Pembuatan Pupuk Hidroponik

    Siapkan 5 liter Air bersih rendah ppm, misalnya air bekas air conditioner atau air hujan yang ppm nya rendah pada ember.
    Masukkan pupuk NPK Mutiara, KCL dan Urea masing-masing 1000 grm dalam 5 liter air.
    Aduk – aduk hingga pupuk terlarut dalam air secara sempurna.
    Saring larutan pupuk saat akan dipindahkan ke media penyimpanan.
    Dari hasil penyaringan biasanya masih ada pupuk yg belum larut sempurna. Jangan dibuang, masukan saja lagi ke dalam ember dan tambahkan 1 liter air diember dan aduk  kembali hingga sisa pupuk tersebut larut. Aduk kembali sambil ditumbuk supaya  larut sempurna.
    Selanjutnya simpan pada media penyimpanan
    Larutkan Gandasil D dengan 1 liter air. Dan setelah semuanya larut, campurkan dengan larutan sebelumnya di media penyimpanan.
    Artinya sampai pada proses ini kita sudah menggunakan 7 liter air bersih utk melarutkan pupuk-pupuk tersebut diatas.
    Selanjutnya kita tambahkan lagi air pada media penyimpanan tadi dgn sisa air yg sudah kita siapkan sebelumnya
    Artinya total larutan biang nutrisi adalah 20 liter.

Selesai sudah. sampai pada tahap  ini larutan nutrisi hidroponik cukup dibiarkan beberapa saat agar larutan nutrisi jernih dan ampasnya mengendap didasar media penyimpanan.


Cara Penggunaan

Apabila kita akan mengaplikasikan pada tanaman hidroponik, pada nutrisi hidroponik maka kita harus menggunakan table hidroponik yang telah disesuaikan dengan tabel tanaman hidroponik.

Cara pengaplikasiannya adalah sebagai berikut,  sebagai perbandingan mari kita coba ukur dengan menggunakan TDS meter:

10 : 1 ( 10 ml nutrisi : 1 liter air bersih ).  menghasilkan  900 ppm.

Artinya, bila kita menggunakan patokan 5:1 (5 ml nutrisi : 1 liter air) tds yg dihasilkan adalah 500 ppm.

Apabila PH air nutrisi setelah diaplikasikan pada  biang nutrisi (10:1)

Selamat mencoba dengan berkebun hidroponik murah dan mudah.