Budidaya mentimun hidroponik bisa menjadi salah satu cara untuk anda menanam tanaman mentimun tanpa menggunakan media tanam berupa tanah. Anda bisa menanam mentimun menggunakan sistem hidroponik dengan memberikan atau menyediakan nutrisi yang diperlukan tanaman dalam bentuk larutan dengan cara disiramkan, diteteskan, dialirkan atau disemprotkan pada media tumbuh tanaman mentimun.

Budidaya mentimun hidroponik ini bisa menjadi alternatif bagi anda yang tidak memiliki lahan yang luas. Dan dengan memakai sistem ini anda bisa mendapatkan banyak keuntungan yang diperoleh. Bagaimana cara budidaya mentimun hidroponik?

 

Berbudidaya mentimun hidroponik, dapat dilakukan dengan metode substrat yaitu dengan menumbuhkan tanaman mentimun dalam media padat (bukan tanah), melainkan menggunakan arang sekam. Ada banyak alasan mengapa kita harus mencoba membudidayakan mentimun secara hidroponik. Diantaranya adalah selain hasil dan kualitasnya lebih tinggi, risiko hama dan penyakitnya berkurang. Penggunaan air dan pupuknya lebih hemat, tentunya tidak memerlukan lahan yang luas sehingga dapat dilakukan di mana saja tidak tergantung fisik dan kimia tanah. Selain itu produktivitas tanamannya lebih tinggi dan lebih kontinu. Bahkan beberapa jenis tanaman dapat ditanam diluar musimnya.

Benih mentimun

Untuk sumber bibit mentimun yang berasal dari benih mentimun maka harus disemaikan terlebih dahulu. Umumnya benih tanaman yang relatif lebih besar dapat ditanam secara langsung pada wadah yang telah disiapkan, akan tetapi benih mentimun ini mempunyai ukuran yang kecil maka harus disemai terlebih dahulu baru dilakukan pindah tanam. Yang harus diperhatikan dari penggunaan sumber bahan tanam dari benih ini adalah bahwa setiap benih memerlukan kebutuhan-kebutuhan khusus yang berbeda. Benih-benih ini dapat dikecambahkan pada bak kecambah atau wadah lainnya.

Pindah tanam

Sebelum dilakukan pindah tanam, perlu dilakukan persiapan media tanam, yaitu dengan mengisikan media tanam ke polybag. Terlebih dahulu siapkan wadah tempat pertanaman yang besar kecilnya disesuaikan dengan  tanaman mentimun yang akan dibudidayakan. Sebaiknya pengisian dilakukan di dekat lokasi penanaman di dalam green house agar sterilitas media tetap terjaga. Tanda awal dari bibit mentimun dapat dipindahtanamkan adalah telah kelihatan 2 daun lembaga pada bibit yang telah berkembang sempurna. Jangan memegang bibit mentimun  pada batangnya, karena batang itu sangat rapuh bahkan kalau dilakukan dengan hati-hati tetap dapat merusaknya secara fatal. Juga tidak dibenarkan memegang semaian pada akarnya.Jika tanaman pada awalnya kita bibitkan terlebih dahulu pada media tanah, maka sebelum ditanam dengan sistem hidroponik terlebih dahulu akarnya dibersihkan dari tanah dan kotoran yang menempel.

Penyiraman

Penyiraman dilakukan secara kontinu, dengan indikator apabila media tumbuh dipegang dengan tangan terasa kering. Meida tanam hidroponik bersifat kering sehingga penyiraman tanaman jangan sampai terlambat. Cara penyiraman bisa menggunakan manual  dan otomatis. Untuk penyiraman manual dapat dilakukan dengan handspayer, gembor/emprat atau gayung.  Jika masa persemaian penyiraman dilakukan dengan gembor dilakukan sebanyak 5-6 kali sehari dan ditambahkan larutan encer hara. Untuk masa pembibitan, cara penyiraman untuk benih berukuran kecil cukup dengan handsprayer 4-5 kali sehari  untuk menjaga kelembaban media. Untuk benih berukuran besar digunakan gembor/emprat berlubang halus atau tree sprayer. Untuk masa pertumbuhan dan produksi, maka penyiraman dilakukan dengan memberikan 1.5-2.5 I larutan encer hara setiap harinya.  Sedangkan secara otomatis dilakukan dengan sprinkle irrigation System dan Drip Irrigation System, yaitu sistem penyiraman semprot dan tetes .Sumber tenaga berasal dari pompa.

Perawatan Tanaman.

Perawatan yang terpenting dari metode penanaman secara hidroponik ini adalah penggantian air dan pengecekkan pH secara teratur. Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam masa perawatan ini, diantaranya adalah memangkas atau membuang cabang yang tidak dikehendaki, tunas air, atau cabang yang terkena serangan penyakit. Pemangkasan dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman.Misal pada tomat recento hanya dipelihara satu batang utama untuk produksi. Selain itu dilakukan pula pengikatan. Tanaman yang telah berada di wadah tanam selama 7 hari memerlukan penopang agar dapat berdiri tegak sehingga tanaman dapat tumbuh rapi dan teratur. Penopang tersebut diberikan dengan cara mengikat tanaman dengan tali (benang rami). Selanjutnya adalah  penjarangan bunga (pada sayuran buah). Penjarangan bunga perlu dilakukan agar pertumbuhan buah sama besar. Namun hasil penelitian penjarangan bunga pada mentimun Gherkin tidak menunjukkan hasil yang berbeda dengan perlakuan tanpa penjarangan bunga. Tidak lupa pula proses pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan baik secara manual maupun dengan pestisida.

Pemupukan.

Sewaktu pemberian hara pada tanaman mentimun maka pH juga perlu diperhatikan pH yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menghambat pertumbuhan tanaman.Jumlah dan konsentrasi pupuk yang ditambahkan dipengaruhi oleh jenis dan fase pertumbuhan tanaman. Konsentrasi hara yang terlalu tinggi akan berakibat pada rusaknya perakaran tanaman.

Panen

Dalam pemanenan perlu diperhatikan cara pengambilan buah/ hasil panen agar diperoleh mutu yang baik, misalnya dengan menggunakan alat bantu pisau atau gunting panen. Cara panen yang benar dan hati-hati akan mencegah kerusakan tanaman yang dapat mengganggu produksi berikutnya.

sumber : rianpertanian.blogspot.com/