Pupuk diperlukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara yang tidak sesuai di dalam tanah. Dengan diberikannya pupuk diharapkan produksi akan semakin meningkat. Tanaman hidroponik pun memerlukan pupuk. Pada sistem hidroponik  tanah bukan lagi sebagai media tumbuh yang dominan, tergantikan oleh media lain seperti arang sekam, cocopeat dan media tanam hidroponik lainnya selain tanah. Media pengganti tersebut tidak lah memiliki kandungan unsur hara yang cukup dibutuhkan oleh tanaman sehingga  diperlukan nutrisi hidroponik tambahan.

Memang di luar sana banyak dijual pupuk untuk tanaman hidroponik.  Tetapi kali ini kita akan sama-sama belajar bagaimana cara membuat pupuk hidroponik organik sendiri. Dengan membuat pupuk organik sendiri, diharapkan hasil yang kita panen tentunya lebih alami atau organik karena pupuk yang dipakai tidak mengandung bahan kimia. Apa saja bahan-bahan yang digunakan dan bagaimana proses pembuatannya. Berikut penjelasannya.

Cara membuat pupuk hidroponik

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat nutrisi hidroponik organik:

    300 kg kotoran kambing
    500 kg jerami
    100 kg arang sekam
    100 kg dedak/ bekatul
    300 gr belerang
    17 kg daun lamtoro/ kacang-kacangan
    6 kg daun sirsak
    2,5 kg tetes/ gula
    1 lt Em4/ mikroorganisme
    Air bersih secukupnya


Alat-alat yang digunakan :

    Water toren atau terpal sebagai wadah
    Aerator 45 lt/ menit dan selangnya


Cara Membuat nutrisi organik untuk hidroponik :

    Cincang daun lamtoro dan daun sirsak
    Masukkan semua bahan ke dalam water turen atau terpal yang sudah dibentuk bak
    Masukkan air bersih hingga kondisi macak-macak
    Beri udara dengan aerator hingga terjadi fermentasi aerob
    Biarkan selama 30 hari
    Ambil airnya dengan cara di saring


Cara menggunakan nutrisi organik untuk hidroponik :

    Ambil larutan bagian atas yang tidak ada endapannya.
    Cairan hasil fermentasi di encerkan dengan perbandingan 1 : 10 (10 bagian air dan 1 bagian poc)
    Gunakan larutan ini untuk penyiraman atau nutrisi hidroponik.
    Bisa juga digunakan untuk penyemprotkan tanaman.
    Gunakan ampasnya untuk pupuk organik padat (media tanam dalam pot)
    Karena resep ini organik dan tidak baku sebaiknya dalam pembuatannya dibuat dalam skala lebih kecil dan penggunaannya juga diuji coba untuk beberapa tanaman dulu agar jika terjadi kesalahan tidak terlalu banyak.

Sekian artikel ini semoga membantu anda