Pada artikel sebelumnya kita telah membahas cara membuat pupuk hidroponik sendiri, bisa dikatakan sebagai pupuk hidroponik yang organik. Kali ini kita akan membahas nutrisi hidroponik AB Mix. Apa itu nutrisi hidroponik AB Mix? Dalam sistem hidroponik memang harus diketahui unsur-unsur hara apa saja yang dibutuhkan oleh tanaman. Antara tanaman satu dengan yang lain, pemenuhan unsur haranya pun berbeda-beda. Pencampuran unsur hara makro dan mikronya pun haruslah tepat. Bagi Anda para pemula atau yang sedang belajar sistem hidroponik, mungkin akan merasa kesulitan dengan masalah ini. Tetapi, anda tidak perlu khawatir karena sudah tersedia NUTRISI HIDROPONIK AB MIX. Nutrisi hidroponik ini merupakan pupuk siap pakai khusus hidroponik yang mengadung semua unsur hara baik makro dan mikro yang sangat diperlukan oleh tanaman hidroponik. Pupuk tersebut diformulasi secara khusus sesuai dengan jenis tanaman dan fase pertumbuhan tanaman.

Nutrisi hidroponik AB Mix terdiri dari 2 bagian yaitu bagian A dan bagian B, Adapun kandungannya adalah 9.90% NO3, 0.48% NH4, 4.83% P2O5, 16.50% K2O, 2.83% MgO,11.48% CaO, 3.81% SO3, 0.013% B, 0.025% Mn, 0.015% Zn, 0.002% Cu, 0.003% Mo dan 0.037% Fe, atau tergantung dari jenis tanamannya, setiap tanaman mempunya formulasi kandungan yang berbeda-beda. Apabila anda ingin membeli nutrisi hidroponik AB Mix, sebaik anda dapat membeli sesuai jenis tanaman yang anda tanam dengan sistem hidroponik. Komposisi menggunakan garam-garam mineral yang larut dalam air secara sempurna sehingga tidak menyebabkan drip irigasi tetes tersumbat. Dikemas dalam kantong plastic sehingga mudah dalam transportasi.

Pada BAGIAN A terkandung Calcium dan pada BAGIAN B terkandung Phosphate dan Sulfate. Dalam keadaan pekat ( yang berupa larutan Stok) Calcium tidak boleh bercampur dengan Phosphate atau Sulphate, oleh sebab itulah ada BAGIAN A dan BAGIAN B.Cara penggunaannyapun  sangat mudah, hanya dengan mencampurkan masing-masing bagian A dan bagian B  dengan air, satu persatu secara terpisah, sesuai petunjuk yang diberikan produsen nutrisi tersebut untuk menjadikan larutan stok / pekatan. Larutan stok ini perlu dicairkan lagi dengan air jika hendak digunakan. ( Jangan mencampurkan larutan A dan Larutan B sekaligus karena akan terjadi pengendapan ).

Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam mencampur nutrisi hidroponik sehingga nantinya nutrisi dapat diserap tanaman secara maksimal adalah:

pH Larutan Nutrisi:
pH adalah ukuran asam dan basa suatu larutan. Alat untuk mengukur asam dan basa larutan adalah pH meter atau bisa juga menggunakan kertas lakmus. Nilai pH berkisar antara 0-14, pH < 7 maka larutan besifat Asam, begitu pula sebaliknya jika pH > 7 maka larutan bersifat Basa. pH  akan mempengaruhi penyerapan akar terhadap unsur-unsur hara yang terkandung dalam Nutrisi yang diberikan. Secara umum tanaman cenderung menyukai kondisi pH antara 6-6.5. Apabila pH terlalu rendah akar akan mengalami kesulitan dalam menyerap unsur-unsur hara sehingga akan terjadi defisiensi hara. begitu pula sebaliknya apabila pH lebih besar dari 7.akan terjadi pengendapan unsur unsur hara micro dalam nutrisi, sehingga akar tidak dapat menyerap unsur hara micro tersebut, akibatnya tanaman akan mengalami defisiensi hara juga.

Kepekatan Larutan Nutrisi
Untuk mengukur kepekatan larutan nutrisi digunakan alat EC meter (Electrical Conductivity) yang dinyatakan dengan satuan milliSiemens/cm (mS/cm) atau menggunakan TDS meter (Total Dissolved Solids) dinyatakan dalam satuan parts per million (ppm) dimana 1 ppm= 1mg/liter. Setiap jenis tanaman mempunyai kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda. Jika nutrisi yang kita berikan kadarnya terlalu rendah maka tanaman akan kurang subur, pertumbuhannya lambat dan kerdil. Begitu pula sebaliknya jika nutrisi terlalu tinggi, tanaman akan mengalami stress dan pertumbuhannya menjadi terganggu. Dengan memberikan nutrisi yang tepat dan menjaga kestabilan nutrisi sesuai kebutuhan tanaman, maka tanaman akan tumbuh sehat dan optimal.

Bagi anda yang ingin menanam secara hidroponik, tetapi belum mempunyai alat ukur tersebut diatas, pastikan anda membaca aturan pakai yang tercantum dikemasan pupuk yang anda beli. Biasanya pupuk tersebut didesain untuk jenis tanaman tertentu misalnya sayuran daun, cabai, tomat, tanaman bunga dan lain-lain, Perhatikan komposisi perbandingan campuran pupuk dengan air.

Diolah dari berbagai sumber