Organik

Merawat Lingkungan Dengan BIOPORI

Belakangan ini musibah banjir, tanah longsor sudah menjadi pemberitaan umum di media. Mungkin banyak yang menyalahkan faktor cuaca sehingga terjadi musibah seperti ini. Tetapi yang harus kita ingat bahwa, musibah ini tidak akan pernah terjadi jika kita tidak merusak lingkungan di sekitar kita. Bagaimana budaya membuang sampah dimana-mana, menggunduli hutan dengan seenaknya, sudah menjadi bukti bahwa kita kurang sayang dengan lingkungan yang ada di sekeliling kita.

Sudah sepantasnya jika kita tidak menginginkan musibah ini semakin menjadi-jadi, lebih baik kita mulai berbenah diri. Dengan membuang sampah pada tempatnya misalnya, sudah dapat mengurangi jumlah sampah yang ada di sungai-sungai sehingga dapat memperlancar aliran sungai.

Selain itu, ada sebuah teknologi yang dapat membantu kita setidaknya mengurangi permasalahan genangan air ketika banjir datang.  Teknologi itu bernama Biopori.

Biopori merupakan lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktivitas organisme di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap atau fauna tanah lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.

Lubang-lubang biopori ini sangat bermanfaat untuk kita karena berguna untuk mengurangi genangan air. Selain meresapkan air hujan ke dalam tanah, prinsip biopori adalah membuat lubang yg memunculkan pori pori tanah, pori pori berperan sebagai rumah rumah penyimpanan air untuk tumbuh kembang nya tanaman.

Read more ...

Membuat Bibit Buah Naga Dari Biji

Saat ini buah naga  menjadi buah yang digemari banyak orang. Rasanya yang lezat ditambah bentuknya yang cantik membuat banyak orang tertarik untuk membudidayakannya. Tetapi kendala utama bagi mereka yang ingin membudidayakan adalah mencari bibitnya. Willem VC, seorang praktisi pertanian, memberikan tips bagaimana Cara membuat bibit buah naga dari biji yang sangat sederhana. Berikut tipsnya untuk Anda.

1. Siapkan satu buah naga. Anda bisa membelinya di toko buah atau pasar.      Belah buah naga yang telah disiapkan.

2. Gunakan sendok untuk mengambil bagian dalam buah.

3. Hancurkan kemudian ratakan diatas piring agar mudah kering.

4. Proses pengeringan di piring. Jangan menggunakan kertas, karena akan lengket.

5. Setelah kering, biji mudah untuk dikumpulkan karena bagian putih buahnya melekat pada piring.

6. Siapkan kotak kue/kardus. Berikan alas kertas koran atau kapas, kemudian basahi. Sebar biji buah naga pada alas tersebut. Tunggu hingga mulai proses germinasi.  

7. Pada saat biji mulai tumbuh, maka Anda akan menemukan seperti tumbuhan kecambah yang baru tumbuh.

8. Pada proses selanjutnya akan terjadi elongasi hipokotil, kotiledon masih tertutup.

9. Selanjutnya Anda dapat menyiapkan media tanam dengan campuran tanah lembut dan kompos dengan perbandingan 1:1. Sebar biji yang mulai tumbuh secara merata. Tutup dengan tanah halus.

10. Setelah ditanam pada kotak plastik, dua lembar daun mulai tumbuh dan mulai tampak duri kecil. Bibit perlu disiram dengan tepat. Yang perlu diperhatikan dalam proses penyiraman adalah apabila terlalu banyak akan menyebabkan kebusukan, namun apabila terlalu sedikit menyebabkan biji gagal berkecambah atau mati.

11. Selanjutnya akan mulai tumbuh dan nampak duri-duri kecilnya. Perhatikan pula akar kecil yang berwarna putih. Kaktus muda mulai tumbuh dengan cepat.

12. Ketika proses pembibitan berhasil, maka Anda akan mendapati sekotak penuh bibit buah naga yang siap untuk ditanam. Tunggu hingga ukuran bibit agak besar. Mudah bukan?

Perbanyakan tanaman menggunakan biji termasuk dalam perbanyakan tanaman secara generatif. Jikalau disekitar anda telah ada tanaman buah naga, maka anda juga dapat memperbanyak tanaman dengan menggunakan stek.


Sumber : http://www.gagaspertanian.com/
Credit image : http://www.gagaspertanian.com/

Membudidayakan Jahe Merah Dengan Polybag

Siapa yang tidak tahu khasiat dari jahe merah. Tanaman rempah-rempahan ini terbukti memiliki banyak khasiat. Dari beberapa macam jahe, jahe merah lebih sering digunakan sebagai bahan pengobatan karena kandungan minyak atsirinya lebih tinggi dibandingnya jenis jahe yang lain.

Untuk saat ini jahe merah merupakan tanaman yang tidak terlalu sulit untuk dibudidayakan. Karena dapat ditanam di sela-sela tanaman pokok (sengon, kopi, atau tanaman buah-buahan), ataupun lahan kosong di sekeliling rumah. Berikut adalah langkah-langkah praktis dalam membudidayakan Jahe Merah dalam karung atau polybag

1. Menyiapkan media tanam

Media tanam yang dipakai adalah karung bekas atau polybag. Jika menggunakan karung, bisa menggunakan karung bekas beras atau pakan ternak. Semakin besar ukuran karung, media pengisi juga semakin banyak, namun produktivitas Jahe Merah juga akan semakin tinggi. Jika menggunakan polybag, gunakan polybag dengan ukuran minimal 40 x 50 cm.
Media pengisi karung atau polybag adalah tanah, pasir rambon dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1:1 atau 1:1:2

Tanah
Tanah yang baik adalah tanah yang gembur dan subur. Gembur artinya remah dan komposisi liat, pasir, dan debunya seimbang. Subur berarti banyak kandungan unsur haranya. Jika tanah yang digunakan sudah subur dan  gembur, sebenarnya tidak diperlukan penambahan bahan lain. Namun karena jarang didapatkan tanah yang subur dan gembur, maka diperlukan penambahan bahan lain seperti pasir dan pupuk.

Pasir
Pasir diperlukan jika tanah yang digunakan mengandung fraksi liat yang cukup tinggi. Pasir yang digunakan adalah pasir ladu atau pasir yang bercampur dengan lumpur. Selain murah, pasir ini juga masih mengandung bahan-bahan mineral endapan.

Pupuk Organik
Pupuk organik bisa menggunakan pupuk kandang, pupuk kompos atau bokashi (hasil fermentasi mikroorganisme). Meskipun menggunakan pupuk kandang, akan lebih bagus jika pupuk kandang yang telah dihancurkan dan ifermentasi sehingga lebih cepat diserap oleh akar tanaman.

Seluruh media tersebut dicampur merata sambil dibersihkan dari benda-benda yang mengganggu, misalnya plastik, batu atau benda lainnya.
Kemudian media pengisi dimasukkan ke dalam karung atau polybag yang telah disiapkan. Pengisian karung atau polybag cukup ¼ bagian saja, karena selama pertumbuhan tanaman nanti, akan dilakukan penambahan pupuk organik.

Read more ...