Organik

Mengusir Kutu Daun Tanpa Pestisida

Jika sering memperhatikan tanaman di kebun atau pekarangan rumah, kadang melihat daun-daun yang tiba-tiba melintir atau banyak timbul putih-putih di daunnya. Jika kita amati pada bagian bawah daun yang melintir tersebut terdapat kutu kecil berwarna hitam  yang dinamakan Trips atau yang berwarna hijau keputihan yang dinamakan Aphid. Kedua kutu tersebut hidup bergerombol pada daun  dan biasanya populasinya semakin banyak dan menjadikan daun cabe sebagai tempat hidupnya. Kedua kutu tersebut tidak hanya mengambil cairan nutrisi yang ada pada daun  tetapi juga penyebar penyakit tanaman cabe, baik penyakit yang disebabkan oleh jamur maupun penyakit bakteri.. Jika seperti ini tentunya dapat berakibat buruk jika tidak ditangani secara serius. Apabila kutu daun tersebut diatasi dengan pestisida dan bila Anda tidak hati-hati bisa berdampak buruk untuk Anda, anak-anak, dan binatang kesayangan Anda.

Read more ...

Sebab Daun Cabai Menjadi Keriting Dan Bagaimana Mengatasinya?

Menanam cabai memang gampang-gampang susah. Sebenarnya menanam cabai itu gampang sekali tumbuhnya. Kita letakkan biji cabai ke tanah dalam jangka waktu tidak begitu lama, sudah tumbuh tunasnya. Dan dalam jangka beberapa minggu sudah bisa berbunga trus berbuah. Hanya saja, bila menanam cabai tidak dilakukan secara benar, maka ada saja masalah yang timbul sepanjang pertumbuhan cabai. Seperti daunnya tiba-tiba seperti penyakit putih-putih, atau daunnya menjadi keriting dan mengkerut. Setelah itu pertumbuhan cabai mulai terganggu. Yang semula berbuah lebat, setelah terkena penyakit itu, pertumbuhannya seperti mandeg dan akhirnya mati, tidak mau berbuah lagi.  Sebenarnya mengapa daun cabai bisa menjadi keriting seperti itu? Simak penjelasannya berikut ini...

Daun keriting pada tanaman cabe atau cabai adalah problem utama yang sering menghantui petani cabe. Sudah dapat di pastikan jika tanaman cabe terserang hama jenis ini tidak dapat menuai panen alias gagal total. Tanaman cabe kerdil, tidak dapat tumbuh dengan baik, tidak dapat berbuah, jika di biarkan akan mati.

Hama Daun Keriting Pada Tanaman Cabe

Read more ...

Membudidayakan Buah Bit Secara Organik

Buah bit berasal dari Swedia dan Britania, dan akan tumbuh baik pada daerah dataran tinggi dengan udara yang dingin. Di Indonesia tanaman buah bit ini banyak dibudidaya di daerah Jawa Barat yang memiliki dataran tinggi. Bila  ditanam di dataran rendah atau daerah panas, hasil umbinya kurang maksimal, meskipun tetap bisa tumbuh dan berbuah juga. Ada dua varian buah bit di pasaran yaitu bit merah dan bit putih. 

Penanaman benih

Biji buah bit bisa ditanam langsung di tanah dengan kedalaman 30 sentimeter (cm). Setelah lubang siap, berikan pupuk organik secukupnya. Adapun jarak antar tanaman sekitar 20 cm. Untuk satu hektare tanah diperlukan 8 kilogram (kg) bibit. Ada pun syarat penting agar bit tumbuh dengan baik adalah tanahnya subur, gembur, dan lembap. Selain itu tanah liat yang berlumpur dengan pH tanah 6-7 lebih sesuai untuk bit. Sebaiknya waktu tanam bit pada awal musim hujan atau akhir musim hujan.

Perawatan benih

Pada saat tanaman baru ditanam, penyiraman dilakukan setiap hari (pagi atau sore) dengan gembor yang lubangnya halus supaya tidak merusak pertanaman.  Setelah tanaman berumur 3 atau 4 minggu dari waktu menyebar, tanaman perlu diperjarang dengan hanya memilih tanaman yang bagus pertumbuhannya saja. Setelah penjarangan selesai, diusahakan agar jarak antartanaman menjadi sekitar 15 - 20 cm. Jika ada biji yang tumbuhnya menjadi 2 atau 3 tunas, harus disisakan satu tunas yang tumbuhnya baik.  Sambil menjarangkan tanaman, kegiatan pendangiran juga dapat dilakukan. Di samping itu, dapat juga dilakukan penyiangan dengan cara mencabut rumput liar atau gulma yang tumbuh. Pendangiran atau penggemburan dilakukan dengan hati-hati jangan sampai menyentuh perakaran tanaman. Selanjutnya kegiatan ini dilakukan 2 minggu sekali. Pemupukan ulang juga dianjurkan, jika anda menginginkan buah bit organik maka lakukan pemupukan dengan pupuk kandang kembali.

Pemanenan Buah Bit

Buah Bit dapat dipanen pada umur 2,5-3 bulan setelah disebarkan. Panen ini dilakukan dengan cara umbi dicabut secara hati-hati, jangan sampai merusak umbi. Semakin tua tanaman, semakin banyak kandungan gulanya sehingga rasanya bertambah manis, begitu pula kadar vitamin Cnya makin tinggi. Akan tetapi, jika terlalu tua, umbinya menjadi agak keras (mengayu). Setelah dicabut, umbi lalu dibersihkan dan daunnya dipotong setengahnya agar tidak terjadi penguapan yang berlebihan.