Buah bit berasal dari Swedia dan Britania, dan akan tumbuh baik pada daerah dataran tinggi dengan udara yang dingin. Di Indonesia tanaman buah bit ini banyak dibudidaya di daerah Jawa Barat yang memiliki dataran tinggi. Bila  ditanam di dataran rendah atau daerah panas, hasil umbinya kurang maksimal, meskipun tetap bisa tumbuh dan berbuah juga. Ada dua varian buah bit di pasaran yaitu bit merah dan bit putih. 

Penanaman benih

Biji buah bit bisa ditanam langsung di tanah dengan kedalaman 30 sentimeter (cm). Setelah lubang siap, berikan pupuk organik secukupnya. Adapun jarak antar tanaman sekitar 20 cm. Untuk satu hektare tanah diperlukan 8 kilogram (kg) bibit. Ada pun syarat penting agar bit tumbuh dengan baik adalah tanahnya subur, gembur, dan lembap. Selain itu tanah liat yang berlumpur dengan pH tanah 6-7 lebih sesuai untuk bit. Sebaiknya waktu tanam bit pada awal musim hujan atau akhir musim hujan.

Perawatan benih

Pada saat tanaman baru ditanam, penyiraman dilakukan setiap hari (pagi atau sore) dengan gembor yang lubangnya halus supaya tidak merusak pertanaman.  Setelah tanaman berumur 3 atau 4 minggu dari waktu menyebar, tanaman perlu diperjarang dengan hanya memilih tanaman yang bagus pertumbuhannya saja. Setelah penjarangan selesai, diusahakan agar jarak antartanaman menjadi sekitar 15 - 20 cm. Jika ada biji yang tumbuhnya menjadi 2 atau 3 tunas, harus disisakan satu tunas yang tumbuhnya baik.  Sambil menjarangkan tanaman, kegiatan pendangiran juga dapat dilakukan. Di samping itu, dapat juga dilakukan penyiangan dengan cara mencabut rumput liar atau gulma yang tumbuh. Pendangiran atau penggemburan dilakukan dengan hati-hati jangan sampai menyentuh perakaran tanaman. Selanjutnya kegiatan ini dilakukan 2 minggu sekali. Pemupukan ulang juga dianjurkan, jika anda menginginkan buah bit organik maka lakukan pemupukan dengan pupuk kandang kembali.

Pemanenan Buah Bit

Buah Bit dapat dipanen pada umur 2,5-3 bulan setelah disebarkan. Panen ini dilakukan dengan cara umbi dicabut secara hati-hati, jangan sampai merusak umbi. Semakin tua tanaman, semakin banyak kandungan gulanya sehingga rasanya bertambah manis, begitu pula kadar vitamin Cnya makin tinggi. Akan tetapi, jika terlalu tua, umbinya menjadi agak keras (mengayu). Setelah dicabut, umbi lalu dibersihkan dan daunnya dipotong setengahnya agar tidak terjadi penguapan yang berlebihan.