Menanam cabai memang gampang-gampang susah. Sebenarnya menanam cabai itu gampang sekali tumbuhnya. Kita letakkan biji cabai ke tanah dalam jangka waktu tidak begitu lama, sudah tumbuh tunasnya. Dan dalam jangka beberapa minggu sudah bisa berbunga trus berbuah. Hanya saja, bila menanam cabai tidak dilakukan secara benar, maka ada saja masalah yang timbul sepanjang pertumbuhan cabai. Seperti daunnya tiba-tiba seperti penyakit putih-putih, atau daunnya menjadi keriting dan mengkerut. Setelah itu pertumbuhan cabai mulai terganggu. Yang semula berbuah lebat, setelah terkena penyakit itu, pertumbuhannya seperti mandeg dan akhirnya mati, tidak mau berbuah lagi.  Sebenarnya mengapa daun cabai bisa menjadi keriting seperti itu? Simak penjelasannya berikut ini...

Daun keriting pada tanaman cabe atau cabai adalah problem utama yang sering menghantui petani cabe. Sudah dapat di pastikan jika tanaman cabe terserang hama jenis ini tidak dapat menuai panen alias gagal total. Tanaman cabe kerdil, tidak dapat tumbuh dengan baik, tidak dapat berbuah, jika di biarkan akan mati.

Hama Daun Keriting Pada Tanaman Cabe

Daun keriting pada tanaman cabe atau cabai di sebabkan oleh beberapa jenis hama, yaitu antara lain :

1. Hama Daun Keriting Thrips.

Hama Thrips dengan nama latin Thrips Parvisipinus  ini berbentuk sangat kecil namun masih terlihat dengan mata telanjang, ukuran panjangnya kurang lebih 0,5 -1,5 mm. Berbagai jenis tanaman dapat di serang oleh hama Trips, karena hama thrips jenis hama pemakan tanaman apa saja. tanaman yang sering di serang selain cabe antara lain, bayam, kopi, ubi jalar, labu siam, bayam, kentang, kapas dan lain lain.

Hama trips menyerang tanaman cabe dengan cara menghisap cairan tanaman pada daun muda dan bunga. Gejala yang di timbulkan dari serangan hama thrips ini terlihat pada permukaan bawah daun atau bunga.  Kerusakan tanaman ditandai dengan adanya bercak-bercak putih atau keperak-perakan/ kekuning-kuningan terutama pada permukaan bawah daun.  Gejala bercak keperak-perakan awalnya tampak dekat tulang daun menjalar ke tulang daun hingga seluruh permukaan daun menjadi kuning.  Daun kemudian menjadi coklat, mengeriting atau keriput dan akhirnya kering. Pada intensitas serangan yang tinggi, tepi daun berkerut, menggulung ke atas dan timbul benjolan seperti tumor. Daun yang menggulung tersebut di jadikan tempat perkembang biakan thrips apabila dibuka, akan terdapat imago (anak thrips ) yang berkelompok. Jika sudah demikian akibatnya pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan tidak dapat menghasilkan bunga.

2. Hama Daun Keriting Tungau (Mite)

Selain thrips hama yang sering menyerang tanaman cabe adalah jenis tungau. Ada dua jenis tungau yang menyerang tanaman cabe yaitu tungau kuning (Polyphagotarsonemus latus) dan tungau merah (Tetranycus sp.). Seperti halnya hama thrips, tungau menyerang tanaman cabe dengan menghisap cairan dari daun.

Daun yang diserang tungau biasanya pada daun ketiga sampai kebawah. Indikasi serangan tungau terlihat pada daun yang menguning serta menggulung kesisi bawah, seperti sendok yang terbalik. Jika daun yang menggulung dibuka dan diperhatikan secara teliti maka akan terlihat daun bagian bawah terdapat binatang yang sangat lembut sekali (selembut tepung) yang bergerak gerak perlahan. Akibat serangan ini pertumbuhan daun muda akan terhambat yang pada akhirnya daun menjadi coklat mengering dan mati.

3. Hama Kutu Daun

Kutu yang sering menyerang tanaman cabe biasa di sebut kutu kebul dengan nama latin Myzus persicae. Cara menyerang tanaman cabe, kutu kebul seperti halnya thrips dan tungau yaitu menghisap cairan dari daun. Selain itu kutu ini menghasilkan ekskresi berupa cairan manis yang mengundang datangnya semut. Sehingga indikasi lain dari serangan kutu kebul ini terlihat adanya semut yang merajalela.

Residu cairan hasil ekskresi tersebut mengundang adanya investasi jamur atau cendawan yang dapat dilihat dengan adanya lapisan jelaga hitam pada daun. Daun tanaman cabe yang terserang kutu kebul akan menggulung pada ujungnya saja, di ikuti dengan pertumbuhan tanaman yang tidak subur sehingga terlihat kerdil, tidak berbunga lama kelamaan mati.

4. Hama Virus.
Serangan hama virus dapat terjadi pada tanaman cabe karena adanya serangan hama thrips dan kutu kebul. Kedua hama tersebut merupakan carier atau pembawa hama virus. Virus yang di maksud adalah Cucumber Mosaic Virus (CMV).

Indikasi adanya investasi atau serangan hama virus ditandai dengan terlihatnya bercak berwarna kekuningan pada daun. Bercak kuning diatas permukaan daun, perlahan meluas hingga seluruh permukaan daun menguning. Bentuk daun menjadi lebih kecil dari ukuran normal, melengkung dan kaku sehingga daun terlihat keriting. Setelah kuning daun sebagian besar rontok. Tanaman cabe menjadi kerdil dan mati

Cara Mengatasi Hama Daun Keriting Pada Tanaman Cabe

Untuk dapat mengatasi hama pada tanaman cabe ada beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu dilakukan tindakan pencegahan. Beberapa diantaranya adalah:

  • Area sekitar tanaman harus steril, baik dari kotoran maupun gulma.  Keberadaan rumput liar akan mengundang timbulnya berbagai serangga yang dapat menyebarkan hama. Hal ini dapat di atasi dengan menutup tanah menggunakan plastik mulsa. cara ini sangat efektif untuk mencegah tumbuhnya rumput liar. Keuntungan lainnya kelembababan tanah dapat terjaga dengan baik dan biaya operasional dapat di minimalisir.
  • Untuk menghindari serangan hama dari dalam tanah, maka sebaiknya gunakan mulsa plastik untuk menutup permukaan tanah jika cabe ditanam langsung di tanah.
  • Jarak tanam cabe jangan terlalu rapat.
  • Untuk keriting daun cabe yang disebabkan oleh virus cegah dengan mengendalikan vektornya.
  • Gunakan insektisida yang tepat sasaran, sebaiknya menggunakan insektisida organik.
  • Jangan lupa kebutuhan tanaman akan nutrisi harus terpenuhi agar setelah dilakukan penyemprotan insektisida, tanaman akan cepat pulih.
  • Sebaiknya hindari menanam cabe pada musim kemarau, namun jika rajin menyiram dan merawatnya sebenarnya menanam cabe di musim kemarau juga tidak masalah, Anda juga bisa menanam cabe sepanjang musim.

Bila sudah terlanjur tanaman cabe terkena beberapa hama tersebut, maka yang harus dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Untuk mengatasi keriting daun cabe adalah dengan pestisida organik dari fermentasi daun sirsak/pepaya dan tembakau.
  • Untuk mengatasi virus, kami semprot dengan jeruk nipis atau belimbing wuluh.
  • Atau dapat pula membuat biopestisida dari larutan daun Antawali atau brotowali, kapur dan kunyit. Cara membuatnya : 1 kg daun brotowali, 10 sendok makan kapur, 1 kg kunyit di tumbuk atau di blender dan saring untuk mengambil larutanya dengan campuran air sebanyak 30ltr. Semprotkan dengan semprotan berkabut secara merata pada daun tanaman cabe.
  • Secara mekanik dapat dilakukan dengan memotong daun yang terserang hama atau mencabut tanaman jika belum terjadi serangan yang banyak. Tetapi jika sudah terjadi serangan pada seluruh tanaman apalagi adanya serangan virus yang akut mau tidak mau harus dilakukan pencabutan dan pembakaran untuk mencegah serangan hama pada periode tanam mendatang.
  • Memberikan jeda pada periode tanam berikutnya dengan tidak menanami lahan ataupun dengan menanam tanaman lain.

Diolah dari berbagai sumber