Belakangan ini musibah banjir, tanah longsor sudah menjadi pemberitaan umum di media. Mungkin banyak yang menyalahkan faktor cuaca sehingga terjadi musibah seperti ini. Tetapi yang harus kita ingat bahwa, musibah ini tidak akan pernah terjadi jika kita tidak merusak lingkungan di sekitar kita. Bagaimana budaya membuang sampah dimana-mana, menggunduli hutan dengan seenaknya, sudah menjadi bukti bahwa kita kurang sayang dengan lingkungan yang ada di sekeliling kita.

Sudah sepantasnya jika kita tidak menginginkan musibah ini semakin menjadi-jadi, lebih baik kita mulai berbenah diri. Dengan membuang sampah pada tempatnya misalnya, sudah dapat mengurangi jumlah sampah yang ada di sungai-sungai sehingga dapat memperlancar aliran sungai.

Selain itu, ada sebuah teknologi yang dapat membantu kita setidaknya mengurangi permasalahan genangan air ketika banjir datang.  Teknologi itu bernama Biopori.

Biopori merupakan lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktivitas organisme di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap atau fauna tanah lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.

Lubang-lubang biopori ini sangat bermanfaat untuk kita karena berguna untuk mengurangi genangan air. Selain meresapkan air hujan ke dalam tanah, prinsip biopori adalah membuat lubang yg memunculkan pori pori tanah, pori pori berperan sebagai rumah rumah penyimpanan air untuk tumbuh kembang nya tanaman.

Jadi biopori sangat mengutungkan secara ekonomi dan ekologi, karena dengan adanya biopori berarti bermanfaat untuk menjaga ketersediaan air di dalam tanah. Biopori adalah sebagai sarana konservasi air, pembuatan biopori termasuk tindakan menjaga struktur tanah agar tidak amblas karena pori pori tanah terisi air. Bila pori pori tanah kosong permukaan tanah rawan turun.

Lubang-lubang biopori bisa kita isi dengan limbah-limbah organik seperti daun-daun kering, sampah organik dari rumah seperti sisa makanan atau sampah-sampah organik limbah dapur.
Sampah organik yang di buang ke dalam lubang biopori tidak akan menimbulkan bau. Karena sampah-sampah  tersebut langsung di urai oleh penghuni-penghuni biopori, Bahan-bahan tersebut nanti nya terdekomposisi menjadi humus, yang dapat dimanfaatkan sebagai media tanam dan pupuk hijau.

Jika lubang sudah menyusut isi lagi dengan limbah organik..
Dan jika lubang-lubang biopori sudah penuh bisa kita keluarkan dan di manfaatkan sebagai pupuk organik. Tanaman yang menggunakan pupuk dari hasil biopori hasilnya akan tumbuh lebih bagus..

Cara membuat lobang biopori:

Lubangi tanah sedalam 1 m Dgn diameter 10cm, jgn kurang dari 1m kedalaman nya, dikarenakan kemampuan menyerap air hujan berkurang. Dengan diameter lubang hanya 10cm, tanah tidak akan amblas ketika diinjak, sebaiknya jangan diberikan paralon atau di semen, karena akan mengurangi terbentuknya pori pori tanah. Selamat mencoba