Sering kita dapati, furnitur yang sudah berumur tua kelihatan tetap kokoh dan kondisinya baik. Seolah-olah hal itu memperlihatkan ketelatenan dan keapikan pemilik rumah. Apalagi jika itu diletakkan di teras. Furnitur ibarat "hidung" bagi teras.

Pertimbangan berikut ini barangkali berguna agar Anda tak salah memilih furnitur.

Jika furnitur diletakkan di area yang mungkin terkena air hujan atau matahari langsung, material dari bahan wrought iron dapat menjadi pilihan. Kita dapat memilih struktur yang kuat dengan desain ramping, ini menyesuaikan dengan luas lahan yang terbatas. Pilihan lain adalah yang berbahan plastik keras dengan konstruksi yang kuat.

Jika memilih bahan dari kayu, pilihlah kayu solid dari jati. Kayu jati tidak disukai rayap dan memiliki motif urat kayu yang indah. Furnitur jenis ini biasanya dapat dicari di toko barang-barang lama. Untuk mengurangi kesan kaku dan nuansa cokelat yang kadang-kadang terkesan kuno, kita dapat menambah bantalan atau aksesori lain yang berwarna-warni.

Material dari enceng gondok, bambu dan rotan juga dapat menjadi pilihan. Perpaduan dengan bantalan untuk dudukan dan sandaran dapat dipilih jenis kain yang agak tebal dengan motif nonformal, misalnya, motif bunga, daun, atau motif geometris.

Material jenis rotan memiliki sifat bahan yang elastis dan lentur, sehingga memungkinkan dibentuk dengan berbagai desain.

Sejumlah contoh furnitur berikut barangkali dapat menggugah inspirasi Anda mendandani teras.