Selain berfungsi sebagai penutup atau pelindung rumah dari terik matahari dan hujan, atap juga menjadi bagian yang membantu memperindah rumah secara keseluruhan.

Atap terdiri dari Kuda-kuda (struktur utama), gording-kaso-reng (struktur pembantu) dan bahan penutup atap (enteng, seng, asbes dan lain-lain).

Beberapa jenis atap berdasarkan bentuknya:
1. Atap datar. Bentuk atap yang paling sederhana, alirana air dibuat miring sedikit ke satu arah. Materialnya terbuat dari cor beton.
2. Atap miring. Kemiringan atap biasanya 15-35 derajat, sehingga air hujan dibuang ke satu arah.
3. Atap menara. Bentuk mirip kerucut, bentuk ini tercipta bila tinggi atap lebih besar dibanding dengan panjangdan lebar dari daerah yang akan ditutup oleh atap tersebut.
4. Atap piramida. Tinggi atap hampir sama dengan ukuran panjang dan lebar daerah yang akan ditutup oleh atap.
5. Atap perisai. bentuk mirip perisai dengan dua bidang miring berbentuk trapesium dan dua bidang miring berbentuk segitiga.
6. Atap pelana. Bidang atap terbentuk dari dua buh segiempat dengan sudut kemiringan yang sama di kedua sisi.

 

Tips membuat atap untuk rumah daerah tropis

Kemiringan 300-350, dengan bentuk pelana atau perisai
Jika hujan, air yang mendera atap langsung meluncur ke bawah, sehingga meminimalkan bocor. Jika panas, kemiringan tersebut akan memantulkan dan menyebarkan sinar matahari sehingga di dalam rumah tdak terlalu panas.

Teritisan lebar
Air hujan tidak tempias masuk ke rumah. Sinar matahari juga tidak langsung masuk ke dalam ruangan. Dengan demikian, dinding menjadi lebih "panjang umur"

Minimalkan adanya nok
meski terlihat cantik, nok merupakan potensi terjadinya bocor karena bentuknya yang berupa sambungan cenderung menampung air.

Bubungan sebaiknya ditempel serendah mungkin dan menempel pada ganteng
Jika tidak ada ruang sisa, celah yang bisa dimasuki air hujan semakin sedikit, sehingga kemungkinan bocor makin kecil.

Bahan penutup atap dibuat berlapis-lapis
Sebaiknya dipilih bahan yang "bisa bernapas" (memiliki pori-pori), sehingga udara panas di dalam rumah yang berada di atas langit-langit, dapat bertukar dengan udara luar yang lebih dingin.

Adanya ruang di antara plafon dan atap  sebagai "bantalan udara". Dengan demikian, udara  panas akibat paparan sinar matahari, tidak langsung turun ke dalam ruangan.

credit image: rumahminimalispedia.com