Memilih desain pagar tembok sangat penting untuk dilakukan, agar mendapatkan fungsi dan nilai seni yang seimbang. Selain itu menentukan desain pagar tembok juga berguna agar tembok kuat, indah, dan serasi dengan rumah dan sekitar lingkungannya. Berikut ini ada berapa tips untuk anda dalam menentukan pilihan desain pagar tembok antara lain:

Selaraskan dengan desain rumah

Menyelaraskan pagar tembok dengan desain rumah secara keseluruhan dipandang sebagai satu tema yang ingin ditampilkan. Ukuran panjang lahan, proporsi tinggi dan lebar pagar, tipe rumah, serta komposisi pagar terhadap rumah harus sesuai sehingga pagar akan terlihat harmonis dan selaras dengan bangunannya. Kelebihan pagar tembok adalah fleksibel atau mudah diikuti berdasarkan desain rumah sehingga dapat diciptakan pagar dengan berbagai variasi yang diinginkan.

Cermat dalam memilih bahan finishing

Kombinasi antara bahan, misalnya semen kamprot, batu alam, profil tali air, aksen besi, kaca, atau kayu, akan mampu menghasilkan keunikan desain. Sebagai contoh adalah kombinasi semen kamprot, batu alam dengan tanaman, batu bata ekpos dengan kayu, atau cat warna dengan besi. Masing-masing bahan mempunyai karakter dan cara perawatan yang berbeda sehingga perlu strategi khusus dalam menggabungkan beberapa jenis bahan pada satu bidang pagar.

Misalnya saja, besi perlu dilindungi dari karat dan panas matahari yang berlebihan sehingga perlu dilapisi dengan cat yang tahan terhadap karat dan panas matahari. Sementara, jika ingin menyandingkan pagar tembok dengan tanaman diperlukan bahan finishing yang tepat karena tanaman membutuhkan tempat yang lembab. Lingkungan yang lembab membuat pagar tembok mudah terkena lumut dan jamur. Dengan demikian, posisi pagar terhadap pengaruh cuaca dan kondisi tanahnya perlu menjadi perhatian dalam pemilihan bahan finishing.

Sesuaikan dengan anggaran

Menyesuaikan desain pagar dengan anggaran dapat dilakukan dengan menghitung biaya material per meter persegi dan ongkos pembuatannya. Semakin rumit desain pagar yang diinginkan maka waktu pembuatannya akan semakin lama sehingga otomatis akan menambah pengeluaran anggaran. Demikian pula keanekaragaman material yang digunakan, terutama finishing dengan batu alam dan aksen dengan besi serta kayu, akan berbeda pada perhitungan biaya per meter perseginya.

Kreativitas dan keindahan

Menciptakan pagar tembok yang ekonomis, tetapi tetap fungsional dan indah adalah dengan memperhatikan proporsi antara ketinggian dan ketebalan pagar yang seoptimal mungkin. Idealnya, tinggi pagar adalah 90 cm atau setinggi pinggang orang dewasa berdiri tegak sehingga dari arah dalam atau luar secara fisik sudah cukup terbatasi dan sulit dilalui. Namun, tidak menimbulkan halangan visual sehingga jika terjadi gangguan keamanan dapat terlihat dengan jelas dari berbagai arah. Untuk lingkungan masyarakat yang harmonis, ketinggian pagar 90 cm dianggap sangat ideal karena pemilik rumah dapat dengan mudah berinteraksi dengan lingkungan.

Dalam memilih bahan, pilihlah yang harganya terjangkau karena keindahan itu bukan berasal dari mahalnya bahan, melainkan karena sentuhan kreativitas. Bentuk-bentuk yang rumit, terlalu banyak aksesoris, dan mencampuradukkan gaya pada satu desain akan membutuhkan biaya besar atau justru akan merusak rasa estetika.

Ketepatan proporsi material yang digunakan, komposisi bentuk yang ada, serta kerapian pada pemasangan dan finishing, adalah aspek penting untuk menghasilkan pagar tembok yang indah.

Sumber: Ragam Desain Pagar Tembok oleh Adityarini Natalisa