Kolam hias merupakan salah satu elemen yang membuat penampilan taman menjadi tampak lebih indah. Dulu secara fungsional kolam hanya sebagai tempat memelihara ikan. Namun, saat ini kolam secara estetika lebih menonjolkan keindahannya. Hal ini terlihat dengan semakin beragamnya desain kolam dan elemen pelengkapnya. Biasanya desain kolam hias disesuaikan dengan bangunan rumah. Oleh karena itu dibutuhkan kejelian dalam memilih desain dan material kolam. 

Apapun desainnya, adanya kolam hias harus menjadi sudut pandang bagi tamu atu penghuninya. Oleh karena itu, desain kolam harus sesuai dengan tanaman hias dan hiasan lainnya sehingga tampak lebih asri serta sedap dipandang mata. Keberadaan ikan hias seperti koi, maskoki, atau komet turut mempercantik kolam. Suara gemericik air dari air terjun atau pancuran dapat memberikan efek ketenangan. Selain memberikan keindahan, adanya kolam membantu kita belajar tentang kehidupan tanaman atau binatang yang ada di dalamnya termasuk cara memeliharanya. 

Agar kolam hias dapat memberikan banyak hal pada pemiliknya, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, seperti lokasi pembuatan kolam dan luasan kolam. Setelah itu baru dirancang desain kolam, pengerjaan, finishing, sampai pemasangan instalasi. Langkah akhir adalah menambahkan aksesoris sebagai pemanis kolam. Begitu selesai, kolam harus dirawat secara berkala agar keindahannya tetap terpancar setiap saat.

Bila kita ingin memiliki kolam hias tetapi terkendala akan luasnya lahan, maka bukan berarti kolam hias akan dibuat asal-asalan. Malahan dengan polesan yang tepat, kolam tampil lebih indah dan artistik. Hiasan tanaman hias di kanan kiri kolam dan liukan ikan hias berwarna-warni akan membuat kolam tampil lebih mempesona. Kuncinya adalah desain kolam yang tepat. Desain kolam harus direncanakan dengan secara hati-hati. Bukan saja bentuk dan ukurannya, tetapi juga harus disesuaikan dengan kondisi tanahnya. Pasalnya, penanganan tanah yang stabil berbeda dengan yang labil. Tanah berpasir berbeda penanganannya dengan tanah lempung atau berbatu. Rancangan kolam pun mesti disesuaikan dengan taman agar tampak lebih indah. Ada beberapa bahan yang dapat dipakai untuk membuat kolam, yaitu plastik, bak dan beton. Pengerjaannya pun harus bertahap, mulai dari membuat konstruksi, memasang instalasi, pengerjaan akhir dan memberi asesoris. Berikut ini penjelasannya untuk Anda.

  • Kolam plastik, terbuat dari lembaran plastik (liner) yang tebal dan tahan lama. Kolam ini cukup praktis karena tidak perlu membuat pondasi. Hanya butuh waktu untuk pemasangannya, mulai pengerjaan mengeruk tanah, menggelar plastik, dan memasang dekorasi. Oleh karena itu, kolam ini sering dipakai untuk penghias pada acara tertentu seperti pernikahan, seminar dan lain-lain. Pembuatan kolam plastik lebih fleksibel karena tidak terlalu memperhatikan kondisi tanah. Pada tanah berpasirm lempung, atau berbatu, dapat saja dibuatkan kolam plastik. Namun, sebaiknya pilih lokasi terbuka di taman agar leluasa dalam pengerjaannya. 
  • Kolam bak, adalah konstruksi kolam yang dibuat dengan cara menggali tanah, lalu dipasangi bak yang bentuknya telah disesuaikan dengan desain kolam. Lantaran bentuknya kecil, kolam dapat menyatu dengan bangunan utama atau memanfaatkan sisa ruangan di rumah. Lokasinya di teras depan, belakang atau di dalam ruangan. Kolam bak bisa dibedakan dengan bak bawah dan bak atas. Bila bak bawah, harus tertanam di tanah, sedangkan bak atas posisinya tidak tertanam di tanah. KOlam bak atas hampir sama dengan kolam portable berbahan fiber glass. Cara pengerjaannya pun tidak mesti menggali tanah, meski kadang ada yang ingin membuat kolam separuh tertanam di tanah. Tampilan kolam bak atas lebih indah karena posisinya berada di atas. Kola ini dapat dibuat di teras rumah sebagai area welcome bagi tamu yang datang atau diteras dibelakang untuk tempat relaksasi.
  • Kolam beton, kolam ini banyak dipilih para penggemar kolam, karena kuat, kokoh, dan tahan lama. Lagi pula kondisi tanah di Indonesia memungkinkan untuk membangun kolam ini. Umumnya kolam ini berbentuk kotak, meski kadang ada yang oval, bulat atau berlekuk seperti angka 8. Ukurannya juga bervariasi, besar atau kecil tergantung luas lahan yang tersedia. 

Lokasi Kolam

Lokasi sangat penting dalam membangun sebuah kolam hias. Jika salah, akan timbul masalah sehingga kolam tidak tampak lebih indah. Sebelum dibuat, kolam hias direncanakan terlebih dahulu. Pilihlah lokasi yang cukup lebar, tetapi terbuka sehingga sinar matahari bisa masuk minimal 4-6 jam sehari. Umumnya kolam hias dibuat di luar rumah atau bangunan. Akan tetapi, saat ini kolam sudah banyak di dalam bangunan seperti di hotel dan gedung-gedung bertingkat. Untuk menjaga kebersihan dan keindahan kolam hias, pemilihan tanaman yang ditanam di sekitar kolam harus dipertimbangkan dulu. Jangan sampai pada saat musim kemarau daunnya rontok sehingga mengotori dan mempengaruhi kualitas air kolam. 

Luas kolam sangat menentukan dalam merencanakan sebuah kolam. Jika lahannya tidak terlalu luas, maka dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat menyatu dengan taman dan elemen rumah lainnya. Yang penting adalah bentuk dan ukurannya seimbang. Ada beberapa macam kolam berdasarkan bentuknya adalah kolam formal dan kolam informal. Bentuk formal biasanya berbentuk persegi panjang, bulat, oval atau lonjong. Bentuk kolam formal terkesan kaku sehingga perlu dihiasi dengan air mancur dan air terjun. Model kolam ini sangat cocok di bangun di lahan yang sempit karena semua lahan yang tersedia dapat dioptimalkan untuk membangun kolam. Bentuk kolam informal lebih bebas dibandingkan kolam formal. Kolam jenis ini biasanya dibuat berkelok-kelok agar terkesan natural dan seakan-akan berada di suasana pegunungan atau pedesaan. Umumnya kolam informal dihiasi dengan elemen alam, seperti bebatuan dan tanaman hias. Demikianlah pembahasan kolam hias berdasarkan bentuk dan bahannya yang sangat sesuai dengan luas lahan yang tidak terlalu luas. Untuk selanjutnya akan dibahas elemen-elemen penting yang diperlukan dalam pembuatan kolam hias. 

Sumber: Soegianto-N.S. Budiana