Jika sebelumnya kita telah membahas berbagai macam desain kolam hias yang cocok di lahan yang sempit, kini kita akan membahas elemen penting yang diperlukan kolam hias. Salah satunya adalah pompa. Fungsi pompa tidak sekadar menyedot air, tetapi juga menyemprotkan air. Umumnya penggunaan pompa bertujuan untuk memberi efek pancuran. Namun, kini fungsi pompa dapat menyemburkan air seperti air mancur. Ada pula yang semburan airnya dapat diatur secara bergantian sehingga mirip tarian air.

Kolam di taman atau rumah akan mempesona dengan adanya semburan air di tengah salah satu sudutnya. Efek semburan "diperankan" oleh alat yang bernama noozle. Bentuk alat ini bermacam-macam, tergantung efek semburannya. Besar kecilnya semburan dapat diatur sehingga menimbulkan efek suara gemericik air yang diinginkan. Penampilannya kian memikat jika dipadukan dengan efek pencahayaan (lighting). Dengan begitu suasana kolam di rumah tampak lebih alami.

Selain pompa, elemen yang penting lainnya adalah filter. Filter merupakan bagian penting untuk kolam. Karena pada dasarnya kolam apa saja harus disiapkan sarana filternya untuk menjaga kualitas air supaya tetap bersih sehingga pemilik tidak kesulitan merawatnya. Alat ini berperan mengubah senyawa berbahaya hasil dekomposisi dan sisa pakan. Dalam sistem penyaringan, fungsi filter dibantu oleh pompa.

Kapasitas bak filter sebaiknya 30% dari ukuran kolam. Bila densitas kolam 3 m3 maka bak filternya 1 m3.  Bak filter dibagi dalam tiga chamber yang masing-masing berisi sikat (brush) 5%, bioball 75%, dan zeolit 20%. Cara kerjanya cukup sederhana. Air kotor dari kolam dipompa masuk ke chamber pertama berisi media brush yang berfungsi seperti kapas. Kemudian air mengalir ke chamber kedua berisi bioball (benda plastik seukuran bola pingpong yang berguna untuk menyaring kotoran). Setelah itu, barulah air masuk ke chamber ketiga berisi zeolit. Zeolit berguna untuk menghilangkan zat-zat yang kurang baik. Air yang sudah "bebas" amonia dialirkan kembali ke kolam.

Saat ini terdapat filter berukuran kecil, tetapi memiliki kapasitas besar. Cara kerjanya cukup efisien, yaitu isap, saring, dan keluar. Dengan tekanan tertentu, air dialirkan ke pipa yang dipasang tegak hingga melebihi batas permukaan air sebagai pancuran. 

 

Elemen Pemanis Kolam

Kolam hias ternyata tidak hanya sebagai tempat untuk menampung air. Penampilannya tampak menawan ketika dipadukan dengan air terjun, air mancur, dan berbagai tanaman air atau tanaman hias. Batu-batuan yang melekat di dinding atau di pinggir kolam memberikan nuansa alami. Liukan ikan hias memancarkan pesona yang memikat. Berikut penjelasannya untuk Anda.

Air terjun

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mempercantik tampilan ikan hias. Air terjun dapat dihadirkan dengan cara "ditempelkan" di dinding dan membuat kolam ikan di bawahnya. Yang penting, pastikan "tumpahan" air yang jatuh tidak terlalu keras karena unsur ketegangan yang diinginkan justru tidak tercapai dan hanya membuat suasana rumah semakin "ribut". Untuk itu, sesuaikan besarnya air terjun dengan ukuran kolam.

Batu alam

Kolam hias dapat dipercantik dengan berbagai unsur dekorasi. Unsur batu, baik melalui pengecatan maupun bahan alami dapat dipasang di kolam. Unsur ini merupakan salah satu nilai tambah untuk mengentalkan kesan alami di rumah. Batu alam yang digunakan hendaknya bersifat solid, artinya tidak meresap air atau porous sehingga tidak mengalami kebocoran. Contoh batu alam yang sering digunakan untuk kolam antara lain batu andesit, baligreen, pecitoroso, templek, dan lain-lain. Batu non solid, seperti batu palimanan dan candi biasanya digunakanuntuk elemen eksterior kolam.

Air mancur

Air mancur digunakan pada kolam hias mungil dengan lahan terbatas dan yang memiliki lahan cukup besar. Tidak hanya mampu menenangkan jiwa, kehadiran air mancur di sudut kolam juga bisa menambah keanggunann dengan bentuk dan desain yang indah. Air mancur dapat diaplikasikan untuk segala desain kolam, mulai dari formal hingga informal, asalkan tetap mengutamakan keserasian dengan elemen lainnya. Berbagai bentuk air mancur kini dapat dijumpai di beberapa tempat, misalkan air mancur bentuk star jet, bell water jet, volcano jet, dan lain-lain.

Tanaman hias

Sebagai pemanis, kolam hias ditanami beberapa tanaman air, sebagai azolla, sagittaria, echinodorus, dan water lilly. Tanaman tersebut sebaiknya ditanam di pot sehingga mudah dipindah -pindahkan, bisa di pojok atau tengah kolam. Tanaman hias dapat ditanam di sisi kolam untuk menambah suasana kesejukan kolam, seperti walisongo, pale, keladi, aglaonema, dieffenbachia, sirih belanda, kuping gajah, dracena, dan sebagainya. 

Ikan hias

Ikan yang berwarna-warni dapat menggambarkan suatu kehidupan bawah air dan membuat kolam hias lebih hidup. Kehadiran ikan-ikan tersebut penting dalam pembentukan ekosistem kolam sehingga berjalan dengan baik. Kadang ikan tidak membutuhkan tambahan pakan lain, melainkan diperoleh dari serangga dan binatang renik di kolam. Hasil sekresi ikan berupa nitrogen diperlukan tanaman air untuk hidupnya. Jika ingin memelihara ikan di kolam, pertimbangkan luasan kolam. Ada beberapa ikan yang dapat dijadikan pilihan, yaitu koi, maskoki, komet, dan sebagainya. Khusus untuk kolam koi sebaiknya dibuat agak dalam minimal 1,5m.

Hiasan tambahan

Pancuran berbentuk patung-patungan binatang (ikan, kodok, kura-kura atau kepala naga) atau hiasan lain dapat dipajang di kanan atau kiri atau setiap sudut kolam. Air yang memancar dari lubang yang terdapat di patung membuat suara gemericik di kolam. Di kolam dapat ditambahkan stepping stone sehingga tampil lebih atistik. Pilihan lain, dibangun jembatan yang melintas kolam. Di Jepang, unsur jembatan dan hiasan batu-batuan alam umum dipasang di atas kolam koi agar lebih menarik. Adanya hiasan lampu juga memberikan pesona yang indah terutama di malam hari.

Penaung

Khusus untuk kolam koi, adanya penaung sangat penting. Bahan yang dapat dipakai antara lain solarguard, polycarbonat, dan fiber glass. Kontak langsung dengan matahari membuat air kolam ditumbuhi alga. Tanpa naungan, air hujan dan kotoran mudah masuk ke kolam, sehingga dapat berdampak pada perubahan kualitas air. 

 Sumber: Soegianto-N.S. Budiana