Siapa pun menginginkan kolam hias di rumah tetao tampil indah setiap saat. Ada dua hal yang menentukan kualitas kolam, yaitu pemilihan material dan cara pengerjaannya. Menggunakan material yang berkualitas akan sia-sia jika pengerjaannya asal-asalan. Oleh karena itu, rencanakan dengan matang tentang desain, material, dan tenaga ahlinya. Jika perlu, mintalah bantuan desainer untuk membantu pengerjaan kolam mulai dari perencanaan sampai selesai. 

Jika kolam hias sudah selesai, bukan berarti tugas pemilik sampai di situ saja. Masih ada tugas lain, yaitu pengontrolan dan pemeliharaan secara teratur agar kolam awet dan menampakkan keindahannya. Berikut ini beberapa cara pemeliharaan kolam agar tahan lama.

Pengerjaan kolam hias

Desain kolam hias sebaiknya direncanakan dengan baik. Walaupun setiap orang memiliki selera yang berbeda-beda dalam memilih desain, sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lokasi, termasuk tekstur tanah, luas lahan, dan keserasian dengan bangunan serta taman. Rencanakan pula perhitungan estimasi biaya untuk membangun kolam. Pengukuran luas bidang untuk membuat kolam hias harus tepat. Perkirakan panjang dan lebar kolam, termasuk ukuran dan kedalaman pondasinya (kolam beton). Pastikan hasil pengecoran baik, rapi, dan tidak retak. Jika tidak, air kolam akan menyusut karena bocor atau merembes. Material untuk dinding juga harus berkualitas. Pastikan setiap material disusun dengan rapi.

Pengecatan

Pengecatan sangat bergantung pada material yang dipakai untuk membuat kolam hias. Kolam berbahan semen sebaiknya dicat agar tampak indah. Kolam berbahan batu alam tidak perlu dicat karena lebih menonjolkan kesan natural. Jenis cat untuk kolam berbeda dengan cat untuk dinding. Biasanya cat yang sering digunakan untuk kolam hias adalah jenis cat arcyliric emulsion. Langkah awal adalah melakukan persiapan agar pekerjaan pengecatan memberikan hasil akhir yang baik. Untuk pengecatan kolam, dapat dipakai cat yang mengandung waterproof sealer atau pelapis anti cat.Ada beberapa merk cat di pasaran tetapi pilihlah yang paling bagus untuk mengecat kolam atau tanyakan ke penjual cat.

Sebelum melakukan pengecatan, usahakan permukaan dinding benar-benar kering. Pastikan pula cat teraduk dengan merata. Setelah itu, lakukan pengecatan dengan kuas secara berulang-ulang hingga merata. Usahakan pengecatan searah, ke kanan dan kiri atau ke atas dan bawah. Jumlah lapisan cat sangat bergantung pada kondisi dinding, yang penting hasil pengecatan tebal dan merata.  Tebing atau dinding kolam memakai cat khusus agar hasilnya seperti alami. Pertama, lakukan pengecatan dasar berwarna coklat. Pengecatan dilakukan berulang-ulang 2-3 kali sampai tebal dan merata. Berikan selang waktu 1-2 jam untuk setiap lapisan cat. Agar maksimal, pengecatan sebaiknya dilakukan pada cuaca cerah dan panas.

 

Perawatan dinding atau tebing

Dinding kolam yang kotor akan terlihat kusam. Lakukan pembersihan secara teratur dengan cara menyemprotkan air ke seluruh permukaan dinding kolam. Sarang laba-laba yang biasanya muncul di sela-sela dinding kolam dibersihkan dengan sapu. Kegiatan ini bisa dilakukan kapan saja, tetapi sebaiknya dilakukan secara rutin, misalnya 1-2 minggu sekali. Jika cat di dinding sudah pudar, lakukan pengecatan ulang.

Perawatan kolam

Kolam hias yang tidak dirawat menyebabkan airnya berwarna hijau (lumut) dan kotor (daun rontok. Kolam tersebut harus dibersihkan secara berkala dengan cara menguras air hingga habis. Gosoklah dengan sikat untuk menghilangkan lumut. Jika perlu, keringkan selama seminggu agar lumut rontok, lalu gosok hingga bersih. Kolam hias untuk koi umumnya memakai filter sebagai media penyaring air. Media filternya bisa berupa batu, zeolit, busa, bioball, dan filter brush. Media filter ini dicuci setiap dua minggu sekali. Chamber (wadah filter) juga dikuras dan dibersihkan dengan cara digosok menggunakan sikat, kemudian bilas dengan air sampai tidak ada kotoran yang tersisa. Setelah itu, barulah diisi air.