Taman

Indah Dengan Taman Beranda Rumah

Taman dapat memperindah sekaligus membuat tempat tinggal menjadi lebih nyaman. Jika sebelumnya kita telah membahas Membuat taman dalam pot, hanya saja taman dalam pot ini bisa diletakkan di mana saja. Nah, pada pembahasan kali ini, kita akan lebih memfokuskan pada pembuatan taman di beranda. Hal ini paling pas, ketika Anda tidak mempunyai lahan yang cukup luas, tetapi Anda adalah penggemar taman, dan sangat hobi dalam hal bertanam atau berkebun, sehingga beranda merupakan tempat yang paling tepat untuk Anda jadikan sebagai area taman Anda.  Anda bisa meletakkan tanaman hias dalam pot di lantai, di bangku panjang, atau digantung di dinding.

Read more ...

Membuat Taman Dalam Pot

Jika Anda senang memandangi taman yang indah atau mempunyai hobi berkebun, tapi tak punya tanah kosong atau tinggal di rumah kontrakan, atau apartemen, Anda dapat mencoba membuat taman dalam pot. Anda bisa menanam apa saja. Dari bumbu dapur, tanaman hias, sampai buah-buahan. Anda bisa meletakkan dimana saja. Di teras, di balkon, atau serambi rumah atau patio. Anda juga bisa memindahkan tanaman Anda dengan mudah.  Jika Anda tidak mempunyai banyak waktu, pilihlah tanaman yang mudah dirawat. Anda juga bisa pilih tanaman air yang tidak memerlukan penyiraman. Untuk pot, selain pot tanah liat, pot plastik atau pot kayu. Anda bisa menggunakan barang bekas. Kadang yang mmebatasi kita bertanam bukanlah ruang tetapi waktu dan minat.

Memang taman dalam pot merupakan pilihan terbaik jika kita tidak memiliki cukup tempat atau tanah atau waktu untuk membuat taman. Kalaupun Anda mempunyai taman, tanaman dalam pot dapat digunakan untuk aksen dan memperindah tanaman di taman. Anda juga bisa mengelompokkan pot dalam berbagai ukuran yang berbeda untuk menciptakan pemandangan yang lebih indah. Atau memindahkan pot dan meletakkannya di tempat yang memerlukan warna.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih pot. Anda bisa memilih pot plastik atau pot tanah yang harganya relatif murah. Juga bisa menggunakan peti atau kotak kayu. Anda juga bisa menggunakan barang bekas, seperti ember, panci, kaleng bekas dan lain sebagainya. Sebelum memilih pot atau wadah, tetapkan dulu keinginan Anda membuat taman di mana. Jika Anda ingin membuatnya di patio atau teras, pilih pot dalam berbagai model, bahan, bentuk, tinggi atau warna.

Ada beberapa tip untuk Anda

  • Semua pot, apakah dari tanah liat, plastik, atau keramik yang akan diisi tanah sebagai media tanam, harus punya jumlah lubang yang memadai di dasarnya untuk mengeluarkan air secara tepat.
  • Meletakkan pot di permukaan yang keras seperti semen atau lantai teras mengurangi pengeringan air. Sebagai solusi, letakkan pot 1 atau 2 inci dari lantai dengan memasangkan kayu di bawah pot. Atau letakkan pot di atas wadah lainnya. Atau masukkan lagi dalam pot yang lebih besar.
  • Jika menggunakan pot tanah liat dan diletakkan di teras yang banyak mendapatkan sinar matahari, pastikan untuk menyiram tanaman Anda, karena tanah cepat kering di tempat ini, kemungkinan perlu disiram 2 kali sehari.
  • Tanah dalam pot kecil juga cenderung lebih cepat kering dibanding pot besar. Jangan lupa periksa kelembaban tanah. Jika kering, siram secara tepat. Atau perhatikan tanda-tanda dari tanaman. Jika tanaman layu, berarti tanahnya kering.

Sumber image: Google

 

Membuat Jalan Taman Makin Nyaman

Taman bukan hanya tanaman yang ditata, tapi juga keseluruhan aksennya. Salah satunya adalah pembuatan jalan setapak. Untuk itu, Anda bisa menggunakan batu koral yang ditaburkan sebagai alas pijaknya. Mengapa memakai koral? Batu koral lebih berkesan alami ketimbang jalan setapak yang terbuat dari semen atau keramik. Selain itu warna-warna koral seperti warna coklat kayu dan tanah bisa tampil serasi dengan rumput dan tanaman.

Bentuk, pola dan ukuran jalan setapak memang perlu disesuaikan dengan tema yang Anda inginkan. Bahkan jika ada penambahan elemen lain pun tema taman dan jalan setapak perlu senada. Misalnya untuk tema taman organik, bentuk jalan yang pas adalah dengan arah dan lintasan yang melingkar.

Namun terkadang Anda harus memperhatikan cara menaburkan batu koral agar tidak melesak ke dalam tanah. Jika tanah becek, bisa jadi batu-batu koral itu menjadi kotor. Lalu, bagaimana cara menabur batu koral yang benar?

Agar Anda dapat membuat jalan  taman yang bagus, ada beberapa bahan yang harus dipersiapkan diantaranya adalah koral tabur, pasir, semen, bata merah, pipa PVC, cat tembok dan cairan kimia antilumut atau jamur. Selain itu yang harus dipersiapkan pula adalah alat-alat seperti cangkul, sendok, semen, sarung tangan, ember plastik, kuas, kape dan gergaji besi.

Langkah pengerjaannya adalah:

  1. Gali lubang di tanah lokasi jalan setapak berkisar 5-10 cm. Pastikan permukaan tanah dalam kondisi padat dan keras.
  2. Siapkan adukan semen dan pasir (plesteran) untuk lapisan pengikat dengan campuran 1bagian semen dengan 4-6 bagian pasir.
  3. Buat lis kontur jalan setapak dari pasangan batu bata merah yang sudah disiram air, pasang bata satu persatu dalam posisi memanjang sesuai yang Anda inginkan
  4. Buat lubang saluran air di sudut  abk lis kontur dari pipa PVC setengah inci dengan kemiringan 2-3 derajat.
  5. Tuangkan adukan semen dan pasir plesteran setebal 2  cm untuk menutup bata sekaligus membentuk lis kontur yang cantik.
  6. Bentuk motif lis kontur sesuai keinginan dengan bantuan kape, misalnya serat kayu dengan permainan ketebalan garis. Agar motif terlihat rapi, bersihkan dengan kuas kering
  7. Tuangkan plesteran dengan sendok semen secara merata ke dalam lobang jalan setapak setebal 2-3cm.
  8. Dalam kondisi lantai plesteran setengah basah, buat lubang saluran air yang langsung menembus tanah dari pipa PVC setengah inci. Agar air cepat meresap dan mengalir lancar, sebaiknya buat 5-10 lubang untuk tiap 1 m2
  9. Jika lis kontur sudah kering, beri warna dengan cat tembok.
  10. jika sudah kering, lakukan coating. Selain untuk menghindari jamur dan lumut juga memberi kesan alami. Setelah lis kontur jadi, tuangkan koral tabur yang sudah bersih dan kering. Tebar merata hingga menutupi  muka lantai plesteran.

Sumber: Majalah Idea

Image credit: google