Taman bukan hanya tanaman yang ditata, tapi juga keseluruhan aksennya. Salah satunya adalah pembuatan jalan setapak. Untuk itu, Anda bisa menggunakan batu koral yang ditaburkan sebagai alas pijaknya. Mengapa memakai koral? Batu koral lebih berkesan alami ketimbang jalan setapak yang terbuat dari semen atau keramik. Selain itu warna-warna koral seperti warna coklat kayu dan tanah bisa tampil serasi dengan rumput dan tanaman.

Bentuk, pola dan ukuran jalan setapak memang perlu disesuaikan dengan tema yang Anda inginkan. Bahkan jika ada penambahan elemen lain pun tema taman dan jalan setapak perlu senada. Misalnya untuk tema taman organik, bentuk jalan yang pas adalah dengan arah dan lintasan yang melingkar.

Namun terkadang Anda harus memperhatikan cara menaburkan batu koral agar tidak melesak ke dalam tanah. Jika tanah becek, bisa jadi batu-batu koral itu menjadi kotor. Lalu, bagaimana cara menabur batu koral yang benar?

Agar Anda dapat membuat jalan  taman yang bagus, ada beberapa bahan yang harus dipersiapkan diantaranya adalah koral tabur, pasir, semen, bata merah, pipa PVC, cat tembok dan cairan kimia antilumut atau jamur. Selain itu yang harus dipersiapkan pula adalah alat-alat seperti cangkul, sendok, semen, sarung tangan, ember plastik, kuas, kape dan gergaji besi.

Langkah pengerjaannya adalah:

  1. Gali lubang di tanah lokasi jalan setapak berkisar 5-10 cm. Pastikan permukaan tanah dalam kondisi padat dan keras.
  2. Siapkan adukan semen dan pasir (plesteran) untuk lapisan pengikat dengan campuran 1bagian semen dengan 4-6 bagian pasir.
  3. Buat lis kontur jalan setapak dari pasangan batu bata merah yang sudah disiram air, pasang bata satu persatu dalam posisi memanjang sesuai yang Anda inginkan
  4. Buat lubang saluran air di sudut  abk lis kontur dari pipa PVC setengah inci dengan kemiringan 2-3 derajat.
  5. Tuangkan adukan semen dan pasir plesteran setebal 2  cm untuk menutup bata sekaligus membentuk lis kontur yang cantik.
  6. Bentuk motif lis kontur sesuai keinginan dengan bantuan kape, misalnya serat kayu dengan permainan ketebalan garis. Agar motif terlihat rapi, bersihkan dengan kuas kering
  7. Tuangkan plesteran dengan sendok semen secara merata ke dalam lobang jalan setapak setebal 2-3cm.
  8. Dalam kondisi lantai plesteran setengah basah, buat lubang saluran air yang langsung menembus tanah dari pipa PVC setengah inci. Agar air cepat meresap dan mengalir lancar, sebaiknya buat 5-10 lubang untuk tiap 1 m2
  9. Jika lis kontur sudah kering, beri warna dengan cat tembok.
  10. jika sudah kering, lakukan coating. Selain untuk menghindari jamur dan lumut juga memberi kesan alami. Setelah lis kontur jadi, tuangkan koral tabur yang sudah bersih dan kering. Tebar merata hingga menutupi  muka lantai plesteran.

Sumber: Majalah Idea

Image credit: google