Apartemen merupakan salah satu konsep hunian yang semakin populer. Umumnya setiap apartemen memiliki rancangan yang menomersatukan kenyamanan penghuni. Rata-rata unit apartemen kecil terdiri dari ruang keluarga, ruang tidur, ruang makan, dapur dan kamar mandi. Dan ketika melakukan serah terima, terkadang pemilik kaget karena memperoleh unit dalam bentuk kosong atau terlihat kecil. Mungkin ini yang membuat sebagian pembeli kaget karena tampilan pada gambar tidak sesuai kenyataan.

Tidak seperti halnya rumah tinggal biasa, unit apartemen memiliki luas terbatas. Rata-rata luas apartemen di Jakarta misalnya, kurang dari 100 m2. Beberapa elemen bangunan pun fixed, mulai dari letak pintu dan jendela, serta keberadaan dinding. Semua itu tidak boleh dibongkar seenaknya. Inilah yang menjadikan upaya menata interior apartemen butuh trik khusus agar kehidupan di dalamnya nyaman.

Berikut ini beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan untuk mencapai tujuan itu:

Hindari banyak sekat

Sebenarnya penataan interior apartemen tergantung dari pola hidup masing-masing penghuni. Yang terpenting, usahakan agar penataan ruang efisien dan fleksibel. Ruang yang tidak terlalu privasi bisa dibuat "terbuka", sementara yang menuntut privasi tinggi seperti tempat tidur, dan kamar mandi sebaiknya ditutup.

Seperti umumnya rumah mungil, apartemen biasanya menggabungkan beberapa ruangan menjadi satu. Ruang makan, dapur, dan ruang keluarga menyatu dalam satu area utama. Dalam menata, ketiga ruang ini hendaklah tidak memiliki batas madif. Sebagai pembagi ruang cukup gunakan sekat yang tingginya tidak lebih dari tinggi tubuh manusia. Dengan demikian, tampilan ketiga ruang ini bisa terlihat luas.

Misalnya saja, batasan ruang makan dengan dapur cukup menggunakan sekat bertinggi 1 m, sehingga memberi kesan kedua ruang masih berhubungan. Begitu juga dengan area servis, tidak perlu diberi batas yang kaku. Lemari pajang dua muka atau rak setinggi 1,5m atau yang lebih tinggi dapat saja dijadikan sekat semipermanen. Agar ruang tampil luas dan menyatu, hendaklah kurangi penggunaan sekat-sekat pada ruang utama.

Pilih furnitur yang tepat

Ukuran dan jumlahfurnitur harus sesuai dengan ukuran ruang. Sebaiknya setiap ruangan dilengkapi dengan furnitur yang memiliki ukuran proporsional; tidak terlalu besar atau tidak terlalu kecil. Pertimbangan ukuran ini menjadikan ruang sempit pada apartemen tidak menjadi lebih sesak.

Selain proporsi, perhatikan juga aktivitas di dalam ruangan. Tempatkan furnitur yang sesuai aktivitas. Hindari menempatkan furnitur yang tidak banyak berfungsi menunjang aktivitas Anda. Misalnya untuk pemakaian sofa pada ruang keluarga, gunakanlah yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika perlu, gunakan sofabed, sehingga selain sebagai tempat duduk, juga bisa menjadi tempat tidur. Solusi lain, Anda dapat menggunakan furnitur built-in. Lemari pakaian yang "tertanam" ke dinding tidak memberi kesan sesak karena trlihat seolah-olah menyatu dengan dinding ruangan.

Perhatikan bukaan

Bukaan (pintu dan jendela) merupakan syarat mutlak pada sebuah hunian. Sayangnya, jika Anda tinggal di apartemen, lokasi bukaan ini sudah fixed alias letaknya tidak bisa diubah. Oleh karenanya, setiap bukaan yang tersedia harus benar-benar dimanfaatkan.

Pada apartemen, bukaan menjadi satu-satunya pintu masuk sinar matahari, udara, dan lansekap eksterior. Sinar matahari, udara luas, dan view eksterior membuat kondisi ruangan menjadi sehat dan terasa lebih nyaman. Secara psikologis, manusia membutuhkan sinar matahari dan view eksterior yang lapang. Agar keduanya hadir ke dalam apartemen, tempatkan ruang-ruang tempat aktivitas Anda sering berlangsung, misalnya ruang keluarga atau ruang tidur, berdekatan dengan posisi bukaan. Ini akan menjadikan ruang lebih nyaman dan membantu Anda beristirahat lebih baik.

Tambahkan tanaman

Warna tanaman menyejukkan mata. Keberadaannya pun penting karena bisa menjadi penyeimbang dalam kehidupan. Tanaman, walau hanya ditanam pada sebuah pot, dapat memberikan kesegarannya. Pada unit apartemen, tanaman bisa ditempatkan pada sudut ruang dekat bukaan. Tempatkan tanaman pada sudut dan meja kecil dalam ruangan. Lebih baik lagi di balkon apartemen itupun jika ada. Hijau daun atau warna-warni bunga bakal membuat suasana apartemen mirip rumah di atas tanah.

Tip untuk Anda!

    Gunakan warna yang terang untuk melapisi dinding dan lantai apartemen. Warna terang dapat memberikan efek lebih lapang.
    Pasang kaca cermin. Pantulan bayangan pada cermin akan memberikan kesan luas. Besaran ruangan seolah-olah menjadi dua kali lipat.
    Tanaman memerlukan perawatan. Jika menanam tanaman di apartemen, pastikan perawatannya mudah. Lebih praktis jika Anda menanam tanaman yang tak repot merawatnya.

Sumber: Majalah Idea