Mungkin  anda pernah melihat sebuah rumah yang didalam salah satu ruangannya misalnya kamar tidur terdapat lemari pakaian yang tampak didalam dinding, atau bisa disebut ditanam dalam dinding. Ya, itulah yang disebut sebagai konsep built in furniture. Konsep built in furniture memang sangat menarik untuk diterapkan.

Mungkin ada yang belum mengetahui apa itu built in furniture? Built in furniture biasa juga disebut dengan furniture tanam. Disebut demikian karena furniture ini didesain dan dirancang menyatu dengan perangkat yang lainnya, sehingga interior anda tampak bersih dan fungsional. Salah satu contohnya adalah lemari pakaian built in, biasanya seolah-olah furniture ini tertanam di dalam dinding, sehingga tampilannya unik menarik, serta menyatu dengan interior.

Selain sebagai tempat untuk melindungi pakaian, lemari pakaian juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan segala macam barang-barang kebutuhan sehari-hari, mulai dari barang yang sering anda gunakan hingga barang kenangan peninggalan orang tua yang sangat sayang jika harus di musnahkan. Untuk menyiasati kebutuhan tersebut, tentu penggunaan lemari adalah jalan keluarnya. Furniture yang satu ini dapat hadir di segala ruangan,termasuk sudut rumah sekalipun. Karena sifatnya yang ideal, jadi sangat cocok digunakan sebagai tempat untuk menyimpan barang peninggalan.

Agar fungsi pemakaian lemari pakain tersebut maksimal, maka hal pertama yang perlu di perhatikan adalah cara menyusun barang yang baik dalam lemari. Sebisa mungkin hindari meletakan barang dalam lemari secara acak atau tidak teratur, sehingga anda tidak akan kesulitan untuk mencari atau menamukan barang yang anda sinpan dalam lemari tersebut.

Untuk lemari pakaian, aturlah partisi atau sekat yang ada di dalamnya sedemikian rupa sehingga anda lebih mudah untuk memebedakan barang sesuai dengan jenis dan kebutuhanya. Tentukan banyak kotak untuk baju yang di lipat serta banyak sekat untuk bagian baju yang di gantung. Selai itu, beri satu bagian untuk menyimpan pakaian dalam.

Biasanya untuk kotak paling atas, bagian yang paling dekat dengan plafon, anda bisa memanfaatkan untuk menempatkan barang atau baju yang jarang di gunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti jaket, mantel, koper, atau tas ransel dan sebagainya.

Sedangkan untuk tampilannya, anda bebas menentukan bagian mana yang akan di tutup dengan material massive dan bagian mana yang akan di tutup dengan material kaca. Yang paling utama adalah pilihlah material furnitur built-in sesuai dengan ruangan dan budget Anda. Sedangkan, bahan yang paling umum di gunakan untuk membuat furniture built-in adalah multiplex dan particle board, serta berbagai macam kayu olahan lainya.