Ada dua prinsip pencahayaan pada drop ceiling (istilahnya covelight)berdasarkan teori tata cahaya. Pertama, cahaya yang dihasilkan merupakan cahaya pantulan (indirect light). Oleh karena itu sumber cahaya dari bohlam tidak boleh terlihat secara visual. Kedua, distribusi cahaya hanya perlu merata. Tidak boleh ada ruang gelap (black spot) diantara cahaya tersebut. Karena itu pula, teknik pemasangan lampu mesti teliti dan cermat.

Apa saja jenis lampu yang dapat digunakan pada area plafon berlekuk itu? Ada lima jenis, yaitulampu sedang, LED strip light, incandescentstrip light, TLD (neon), dan TL 5 (neon generasi baru). Tetapi yang paling umum digunakan adalah TLD.

Bagaimana cara memasang lampu TLD itu? Kita hanya menenpatkan rumah lampu pada celah plafon. Cukup mudah, kan. Namun ada trik khusus agar lampu rapi terpasang. Berikut penjelasannya untuk Anda.

1. Tentukan titik lampu TLD pada celah cove. Kemudian pastikan celah plafon sesuai dengan ukuran batten (rumah lampu kotak) tinggi 15 cm, lebar 15cm. Lebar batten-nya sendiri berkisar 6cm.

2. Pasang batten (berbentuk kotak) TLD untuk covelight. tempatkan batten tertelungkup dengan TLD menghadap ke atas. Sekrup batten ke plafon.

3. Tarik kabel lampu dari dalam plafon. Sambungkan kabel ini ke fiting lampu. Rekatkan dengan kertas/plastikperekatsetiap titik sambungan kabel. Isolasi ini menjaga kabel tetap aman dan membuat kabel tetap rapi.

4. Pasang lampu TLD ke batten. Periksa pendar lampu. Jika sudah baik, lampu siap digunakan.

Yang harus Anda tahu

1. Pemasangan batten harus bertumpuk (overlap). Ini demi pendar cahaya yang dihasilkan merata tanpa ada sisi gelap. Battem diklem ke plafon.

2. Pastikan covelight dibuat dengan ukuran yang cocok untuk rumahlampu batten. Agar pemasangannya bisa bertumpuk, maka lebarnya harus diatas 15 cm, atau dua kali lebar batten.