Sejak lahan rumah makin terbatas karena harga tanah yang kian mahal, semakin jarang rumah yang dilengkapi teras depan. Sebagai gantinya, dibuat teras belakang rumah. Awalnya hanya semacam selasar teritis, kemudian ditambahatap, jadilah sebuah fungsi baru bernama teras.

Secara garis besar, teras belakang bisa difungsikan sebagai:

  • Ruang makan, akan lebih baik jika bangunan dapur tidak terlalu jauh dari teras. Dengan begitu, sirkulasi untuk mempersiapkan dan membereskan meja makan lebih mudah dilakukan. Sebagian orang mengantisipasi hal ini dengan membuat semacam jendela untuk mengantar makanan. Furnitur yang diperlukan adalah set meja makan, berbentuk empat persegi panjang atau oval
  • Ruang bincang, jika teras belakang demikian luas, disamping untuk ruang makan, juga bisa diset sebagai ruang bincang. Untuk itu diperlukan kursi-kursi panjang dengan sandaran dan dudukan empuk. Banyak orang memilih jenis risban, kursi panjang etnik yang bahkan dapat digunakan untuk tiduran.
  • Ruang olahraga. Bagian belakang teras juga dapat digunakan untuk melakukan senam. Pada sebagian teras dapat ditempatkan peralatan seperti sepeda statis dan barbel. Akan lebih baik jika disertai colokan listrik untuk memasang tape.

Desain teras belakang

Teras belakang mestinya dapat menjadi ruang favorit atau ruang andalan bagi anggota keluarga. Jangan biarkan teras kosong, sementara penghuninya lebih merasa asyik mendekam di kamar dengan berbagai aktivitas.

Untuk menunjang desain yang nyaman, kita dapat memperhatikan sejumlah aspek. DI antaranya :

  • Jika teras menggunakan atap tersendiri, plafon dapat dibiarkan terekspos, sehingga kaso dan kayu penompang atap terlihat. Teras pun akan tampak lebih alami. Sebagian orang memilih menutupnya dengan material alami, misalnya bilik bambu. Sebagian lain dengan menggunakan penutup transparan. Pohon merambat dibiarkan menutup atap teras agar cahaya matahari tidak terlalu keras masuk ke area duduk
  • Desain teras belakang juga perlu memperhatikan focal point. Kita dapat menempatkan kolam di bagian tengah, deretan tanaman dalam baris yang teratur, sclupture yang menarik, sebuah pot besar, gentong, atau pohon tunggal di tengah.
  • Dalam soal ketinggian lantai, hirarki lantai teras belakang sebaiknya lebih rendah dari teras depan. Ini mengingat teras belakang lebih nonformal, tidak untuk menerima tamu resmi.
  • Dinding teras belakang dapat didesain sedemikian rupa sehingga menimbulkan suasana akrab. Ini dapat dilakukan dengan menempatkan berbagai aksesori dan pajangan yang merupakan kenangan seperti gambar hasil karya anak-anak yang telah dibingkai, koleksi lukisan atau benda etnik.

Furnitur dan penempatan di teras belakang

  • Lesehan. Pada luasan yang kurang besar, bentuk teras lesehan layak dicoba. Apalagi dengan lantai kayu, komposisi yang pas di sekitarnya terdapat taman atau kolam.
  • Bale-bale dan risban. Bentuk yang tidak terlalu formal dapat dipilih dengan menempatkan bale-bale. Ini semacam dipan yang besar terbuat dari kayu. Fungsinya untuk duduk bersama anak-anak tersayang atau untuk tiduran santai.
  • Penggunaan cover kain dari bahan yang mudah kotor dan lembab sebaiknya dihindari. Teras setengah terbuka sangat berpeluang terkena tempias hujan, debu, serta noda dari sisa makanan minuman. Gunakan penutup yang mudah dibersihkan misalnya dari kulit atau plastik.
  • Tempatkan furnitur ke arah focal point yakni taman atau kolam. Cara ini akan membuat teras belakang lebih hidup. Jika menghadap tembok batas rumah tetangga, Anda dapat berkreasi dengan menempatkan tanaman epifit pada permukaan tembok. Anda juga dapat mengatur penempatan lampu sorot untuk menambah aksen pada taman.