Memasak merupakan kegiatan utama di dalam dapur. Namun, aktivitas memasak melibatkan elemen-elemen seperti makanan (basah dan kering), air juga sampah yang jika tidak diperhatikan dapat memicu pada hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, dapur sangat ditekankan untuk higienis, supaya penghuni tetap sehat dan merasa nyaman beraktivitas di dalamnya.

Hal-hal yang diperhatikan

Banyak hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan sebuah dapur yang higienis. Pertama, ruangan dapur harus memiliki ventilasi udara yang baik, agar udara tetap dapat mengalir, sehingga bau masakan, asap dari gas kompor tidak meracuni penghuni rumah. Sebaiknya, gunakan sirkulasi udara alami. Tapi jika tidak memungkinkan, gunakan exhaust fan atau cooker hood untuk menarik asap ke luar ruangan dapur.

Dapur juga harus mendapatkan penerangan alami. Cahaya matahari berfungsi untuk menerangi ruang dapur agar dapat beraktivitas  dengan baik, juga dapat membunuh kuman maupun bakteri dan membuat ruangan tidak lembab.

Karena aktivitas dapur melibatkan uap minyak dan lemak, gunakan material yang easy to maintain. Untuk permukaan meja dapur yang berhubungan dengan makanan (counter top), hindari material kayu alami. Karena pori-porinya dapat menyerap sisa-sisa makanan dan tumpahan minuman. Marmer bisa digunakan untuk meja dapur karena kuat, keras dan tahan panas. Namun jika ada tumpahan jeruk atau sisa makanan, harus cepat dibersihkan agar tidak masuk pori-porinya. Bahan-bahan artifisial seperti artificial marble dan laminate banyak dipakai untuk meja dapur karena tahan panas dan mudah dibersihkan.

Penyimpanan makanan

Ruang penyimpanan makanan merupakan hal yang sangat penting pada desain dapur. Selain untuk membuat perangkat dapur terorganisasi dengan baik, juga menentukan apakah sebuah dapur higienis atau tidak. Cara menyimpan makanan harus diperhatikan agar dapur higienis.

Makanan terbagi dua, makanan kering dan makanan basah. Untuk makanan kering  kemasannya harus tertutup rapat dan jauh dari air agar tetap kering  dan tidak lembab. Makanan basah seperti daging dan sayur mayur lebih baik jika disimpan di kulkas. Selain untuk menghindari bakteri, makanan tersebut juga dapat mengundang serangga (semut, lalat, kecoa) serta tikus yang dapat membawa penyakit.

Penanggulangan sampah

Hal penting lainnya untuk dapur higienis yakni sampah. Kebanyakan sampah di Indonesia merupakan sampah basah. Sampah harus terpisah jauh dari makanan dan tertutup rapat dari sumber makanan tersebut, karena akan mengundang penyakit. Lebih baik jika sampah basah dan sampah kering yang dapat didaur ulang dipisahkan. Dewasa ini banyak desain tempat sampah tertutup di bawah meja yang telah terbagi menjadi beberapa bagian untuk memisahkan sampah basah dan sampah kering.