Saat ini, bahan pelapis lantai tidak hanya berupa marmer, granit alami dan keramik. Kini ada granit buatan yang merupakan hasil pengembangan lapisan lantai dengan mereduksi kekurangan yang terdapat pada  marmer, granit alami, dan keramik. Granit buatan mempunyai tampilan seperti batu alam, tapi kekuatannya lebih baik dan lebih awet dibandingkan dengan batu alam atau ubin keramik (karena strukturnya yang solid). Instalasinya juga lebih hemat waktu karena  bisa langsung dipasang tidak harus direndam terlebih dahulu.

Granit buatan dibuat seperti meniru proses terjadinya batu alam tapi dengan waktu yang singkat. Bahan dasar yang digunakan sama seperti partikel penyusun batu alam. Seluruh partikelnya diproses dengan tekanan dan suhu yang tinggi. Untuk mendapatkan permukaan yang rata, granit buatan yang sudah jadi digerus dengan mata berlian. Dan hasilnya seperti batuan granit.

Proses yang seperti itu membuat granit buatan berbeda dengan keramik. Seluruh bagian ubin granit buatan ini menjadi satu kesatuan (homogen, oleh sebab itu disebut homogeneous tile), tidak seperti keramik yang bagian teratasnya dilapis lagi oleh glasir. Pada satu keping ubin yang strukturnya homogen, semua susunan partikelnya sama dari lapisan bawah hingga yang teratas, bagian dalam maupun luar. Ini berarti bila terjadi goresan pada permukaan teratas, maka tidak akan merusak penampilan lantai secara keseluruhan.

 

Jika dibandingkan dengan granit alami atau marmer, perawatan granit buatan jauh lebuh mudah dan murah. Ini disebabkan karena pori-pori granit buatan sangat kecil. Alternatif motifnya pun lebih beragam karena wujud akhir ubin granit buatan tergantung dari pertikel penyusunnya. Selain iitu, keunggulan lain dari granit buatan membuat ubin ini bisa dipasang pada ruang-ruang heavy duty tapi tetap berpenampilan indah.

Ragam motif tiruan alam

Untuk memenuhi selera pasar, homogeneous tile sudah tersedia dalam berbagai motif. Karena merupakan tiruan batu yang ditambang di alam, motif-motifnya pun serupa dengan motif dari alam. Yang paling umum ditemui adalah yang menyerupai granit, berbintik-bintik kecil. Secara garis besar motif homogeneous tile dibedakan menjadi:

  • Granit, dimana memiliki ciri berupa corak bintik-bintik yang merata pada seluruh badannya. Sama seperti granit asli, terdapat 2 pilihan lagi, yaitu motif berbutiran besar dan berbintik kecil.
  • Marmer. Motif marmer yang berupa urat-urat juga bisa dibuat pada homogeneous tile. Cara pemberian motifnya ada yang di-print, ada juga yang merupakan hasil pencampuran bahan.
  • Mono colour. Sebenarnya tidak ada motif pada ubin jenis ini, karena ia hanya memiliki satu warna yang polos.
  • Rustic. Motif ini bisa dianggap meniru batu alam. Cirinya, motif ini lebih kasar dan tak beraturan.

Keragaman pilihan konsumen tidak hanya sampai di situ. permukaan homogeneous tile ada 3 macam.

  • Polished  Permukaannya halus licin karena dipoles. Pemolesan dilakukan dengan cara "menggaruk" permukaan ubin dengan intan sampai keluar kilapnya. Proses inilah yang menyebabkan harga ubin ini lebih mahal dibanding dengan ubin keramik biasa.
  • Unpolished Artinya, permukaan ubin tidak mendapat perlakuan tambahan sehingga hasilnya tidak mengkilap
  • Rustic Merupakan varian yang lebih kasar, bergelombang, serupa potongan batu alam asli. Ubin dengan permukaan rastik ini cocok digunakan di luar rumah, seperti teras atau carport.

Tip untuk merawat

Cara membersihkan lantai granit buatan terbilang mudah dan murah. Bila permukaan terlihat kotor cukup dengan dipel dengan air, tidak perlu menggunakan bahan pembersih lantai.

Tip memasang granit buatan

Memasang granit buatan tidak lebih sulit dibandingkan memasang keramik biasa, dan jauh lebih mudah ketimbang memasang granit atau marmer alam yang butuh perlakuan khusus sebelum dipasang. Dan yang pasti tidak perlu melakukan perendaman di dalam air seperti ritual yang biasa dilakukan tukang sebelum memasang ubin lantai keramik. Yang perlu diperhatikan adalah homogeneous tile tetap membutuhkan nat, walau kecil, tetap ada toleransi presisi yang akan membuat pemasangan tidak bisa benar-benar rata. Selain itu, bagian tepi ubin ini juga tidak rata melainkan sedikit di bevel (dibuat miring). lebar nat yang disarankan adalah 2 mm, diukur dari badan ke badan ubin, bukan dari bevel-nya.

Nat ini lebih baik berupa grouting khusus yang banyak tersedia di pasaran. Bila semen putih yang akan digunakan sebagai pengisi nat, campurlah semen putih dengan polymer agar daya rekatnya lebih kuat.

Masalah lain yang juga dialami oleh homogeneous tile, adalah popping atau ubin terangkat. Penyebabnya bisa karena kesalahan pemasangan atau "pergerakan bangunan. Untuk mengatasinya, pada setiap ruang disediakan expansion joint, yaitu celah yang dapat menampug pergeseran ubin akibat muai susut atau pergerakan bangunan. Celah selebar sekitar 1 cm ini disediakan bahan yang fleksibel seperti karet, silikon, atau styroform. Agar tidak mengganggu "pemandangan", expansion joint ini umumnya dipasang pada pertemuan dinding dan lantai. Bisa juga celah ini dikamuflasekan pada peralihan warna lantai atau di antara 2 kolom.

Agar hasilnya rapi, simak langkah-langkah pemasangannya berikut ini:

  • Pastikan permukaan lantai rata sebelum mulai memasang ubin. Buat adukan semen dan pasir dengan perbandingan 1:3 atau 1:5.
  • Pasanglah kepingan ubin dengan adukan semen sebagaiperekatnya. Ketuk-ketuk sedikit agar kedudukan ubin lebih mantap.
  • Beri jarak sekitar 2 mm antara ubin yang satu dengan yang lain sebagai nat. isi nat ini dengan bahan pengisi nat khsusu. agar tampak rapi, pilih warna nat yang senada dengan warna ubin.
  • Ratakan nat dengan kape karet. kemudian, bersihkan sisa-sisa semen atau pengisi nat yang masih menempel pada permukaan ubin.


    Sumber: Tabloid Rumah