Sama seperti makhluk hidup lainnya, tanaman juga melakukan perkembangbiakan. Demikian juga dengan adenium, tanaman hias yang habitat asalanya dari daerah gurun pasir di daratan Pantai Timur Afrika. Tujuan memperbanyak tanaman ini tentunya untuk emndapatkan varietas yang lebih baik  dari induknya. Untuk memperbanyak,  ada 2 cara yang dapat dilakukan yaitu dengan cara generatif dan vegetatif. Masing-masing cara mempunyai jenis dan langkah yang berbeda, serta kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebelum memilih cara apa yang akan digunakan, sebaiknya tentukan dulu tujuan utama memperbanyak adenium, apakah sekedar memperbanyak saja untuk mendapatkan sifat yang sama dengan induknya atau memang ingin mendapat varietas yang baru yang sifat keturunannya berbeda dari induknya. Agar Anda tidak salah memilih, berikut penjelasan kedua cara memperbanyak adenium. 

 

Cara Generatif

Perbanyakan secara generatif adalah perbanyakan tanaman melalui perkawinan sel-sel reproduksi. Sebagai tanaman bunga, adenium melakukan reproduksi dengan cara membentuk biji yang diperoleh dengan cara penyerbukan benang sari sebagai sel jantan kepada putik sebagai sel betina.  Penyerbukan pada bunga adenium bisa berhasil bila ada perantara (self incomatible). Umumnya perantaranya adalah serangga seperti lebah. Dengan bantuan lebah, benang sari dan putik dapat saling menempel sehingga terjadilah pembuahan alami yang menghasilkan biji. Hanya saja untuk pembuahan alami seperti ini membutuhkan waktu yang lama. Selain itu kita juga tidak tahu sifat dari bunga induknya. Untuk mempercepat proses penyerbukan, bisa menggunakan penyerbukan manual dengan bantuan manusia. 

Caranya adalah dengan mengambil benang sari pada adenium yang akan disilangkan lalu ditempelkan pada putik adenium jenis lain yang memiliki genetik yang berbeda. Untuk melakukannya perlu ketelitian agar berhasil. Jika penyerbukan berhasil maka dalam waktu kurang lebih 2 minggu akan tumbuh sepasang buah yang berbentuk tanduk dan berwarna hijau. Setelah buah matang yang ditandai dengan pecahnya buah segera ambil biji dalam buah sebelum hilang tertiup angin. Jemur biji hingga kurang lebih 2-3 jam atau sampai biji kering. Selanjutnya, semai biji pada media tanam (sekam bakar dicampur dengan pasir dengan komposisi 1:1).Biji dapat tumbuh (mulai bertunas) setelah lebih dari 2 minggu. Dengan tumbuhnya tunas ini berarti proses perbanyakan berhasil. 

Plus minus cara generatif

  • Didapatkan hasil anakan yang banyak karena jumlah biji di dalam buah banyak, sehingga mudah disemai
  • Sifat anakannya merupakan gabungan sifat unggul yang sesuai dengan sifat masing-masing bunga induknya,
  • Cocok untuk mendapatkan varietas adenium yang baru atau sering disebut dengan nama adenium hibrida.
  • Hanya saja proses generatif memerlukan waktu yang lama
  • Tingkat kegagalannya tinggi
  • Pelaksanaannya rumit.

Tip bila ingin melakukan cara generatif

  • Bila akan menyilangkan adenium, pilihlah bunga adenium yang telah berumur 2-5 hari untuk bunga betinanya, dan 3-7 hari untuk bunga jantannya. Hal ini agar sel-sel reproduksinya cukup kuat untuk melakukan penyerbukan. Ciri-ciri sel jantan yang cukup umur adalah serbuk pada benang sari sudah kering dan tidak menggumpal. Sedangkan untuk sel betinaadalah putiknya berlendir dan lengket sehingga mampu menangkap butiran benang sari.
  • Agar mudah ketika mengambil benang sari dan menempelkannya pada putik, buka daun bunga hingga terlihat dasar bunganya. Setelah itu ambil benang sari dengan menggunakan pinset atau kuas yang halus. Tempelkan benang sari itu di putik lalu bungkus bunga yang menjadi bunga betinanya agar proses penyerbukan bersih dan steril.

Cara Vegetatif

Perbanyakan vegetatif adalah perbanyakan tanaman tidak melalui perkawinan sel-sel reproduksi tetapi dengan menumbuhkan jaringan-jaringan vegetatif atau kultur jaringan seperti akat, daun, batang, atau mata tunas. Perbanyakan adenium yang umum dilakukan adalah dengan menyambungnya, stek dan cangkok batang. Kebanyakan jenis sambung batang (grafting) lebih sering dilakukan. Grafting dilakukan dengan cara menggabungkan batang bawah dengan batang atas dari adenium yang berlainan. Selain grafting, stek juga mudah dan sering dilakukan untuk memperbanyak adenium tanpa menggabungkan dua sel reproduksi. Cara ini dilakukan dengan memotong batang dari induk yang sehat lalu ditanam pada media tanam. Untuk memilih batang yang sehat, pilihlah batang yang mempunyai diameter minimal 2 cm dan bukan berasal dari batang utama. Setelah ditanam kurang lebih 2 minggu, batang baru tersebut akan mengeluarkan tunas. Ini berarti stek berhasil dilakukan. 

Plus minus cara vegetatif

  • Memerlukan waktu yang sedikit dan lebih cepat
  • Lebih mudah dilakukan dan sederhana dibanding cara generatif
  • Menghasilkan sifat anakan yang sama persis dengan sifat induknya
  • Pertumbuhan bunganya lebih cepat
  • Cocok dilakukan untuk menambah dan memperbanyak varietas adenium
  • Hanya saja kekurangannya adalah  jumlah yang diperlukan sangat terbatas
  • Pertumbuhan bagian bonggol adenium lambat

Tip bila ingin melakukan cara vegetatif

Agar pertumbuhan tunas hasil stek bisa cepat, perhatikan peletakan media tanamnya. Sebaiknya letakkan di bawah sinar matahari langsung. bila media tanam terlihat mengering maka segera lakukan penyiraman. 

Perawatan adenium yang benar

  • Adenium termasuk kategori tanaman sukulen (mampu menyimpan air di salah satu bagian tanaman).  Adenium menyimpan air dalam akar yang menggelembung yang disebut caudex atau benggol. Karena itu tanaman ini bisa tahan meski sampai dua minggu tidak disiram. Adenium tidak menyukai kondisi terendam air. Pada saat penyiraman, jangan sampai permukaan pot bunga tergenang air.
  • Untuk mencegah tergenangnya air, selain dengan membatasi air penyiraman, gunakan  wadah atau pot yang tepat. Pot tanah liat adalah wadah yang cocok karena memiliki pori-pori yang bisa membantu "membuang" air dari dalam pot. Bila menggunakan pot plastik usahakan bagian bawahnya memiliki lubang untuk mengalirkan air sisa penyiraman. 
  • Karena merupakan tanaman gurun maka adenium baik bila diletakkan di tempat dengan intensitas sinar matahari
  • Pilihlah media tanam yang tepat (memiliki porousitas yang tinggi). Disarankan agar menggunakan campuran antara sekam bakar, serbuk kelapa, pasir, dan pupuk untuk media tanamnya. 
  • Agar bunga tumbuh dengan baik, sebaiknya lakukan pemangkasan teratur pada percabangan tanaman. Batang adenium yang dibiarkan tumbuh memanjang akan memberi kesan berantakan sehingga perlu dipotong. Pemangkasan ini sekaligus bertujuan untuk mengatur bentuk tajuk tanaman sesuai keinginan kita. Kalau menginginkan bentuk tanaman yang rimbun misalnya, maka ujung-ujung batang dipangkas supaya merangsang tumbuhnya cabang-cabang ke samping. Sebaliknya jika ingin tanaman terlihat tinggi, pangkaslah cabang-cabang adenium  yang tumbuh ke samping dan biarkan batang utamanya tumbuh ke atas. Setelah pemangkasan, akan lebih baik bila diberi pupuk perangsang tumbuhnya bunga, seperti pupuk dengan kadar fosfor dan kalium tinggi. 

credit image: www.flowerpictures.net